Foto : Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X. (ist)

Sultan HB X Ingatkan Pembangunan Bandara di Kulon Progo Jangan Sampai Mangkrak

Ind | Sabtu , 14 Januari 2017 - 00:35 WIB

Publicapos.com- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengingatkan agar setelah acara peletakan batu pertama, pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo tidak mangkrak.

"Jangan sampai Presiden sudah ground breaking lalu nanti (aktivitas pembangunan) kosong sebulan, dua bulan," kata Sultan di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Jumat (13/1/2017).

Sultan berharap setelah acara seremonial peletakan batu pertama yang rencananya dilakukan pada 23 Januari, langsung dilanjutkan dengan aktivitas pembangunan fisik bandara. "Yang penting bagi saya, tidak boleh tidak ada aktivitas," kata dia.

Menurut dia, berbagai material bangunan yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan bandara baru itu juga harus dipastikan langsung tersedia. "Begitu ground breaking, besoknya semen masuk, barang-barang yang lain juga harus masuk," kata dia.

Seluruh proses pembangunan termasuk penentuan jadawal peletakan batu pertama pembangunan bandara, menurut dia, didasarkan sepenuhnya kepada pelaksana proyek yakni PT Angkasa Pursa I dan Pemda DIY.

PT Angkasa Pura I selaku pelaksana proyek pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merencanakan peletakan batu pertama atau "ground breaking" pembangunan bandara pada 23 Januari 2017.

Meski demikian, Direktur Teknik Angkasa Pura I Polana Banguningsih Pramesti mengatakan kepastian waktu dan lokasi peletakan batu pertama masih menunggu keputusan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo. "Mudah-mudahan pak Presiden bersedia, kami meminta pak Presiden hadir tetapi belum ada jawaban," kata Polana.

Ia mengatakan sejumlah pekerjaan fisik awal yang rencananya akan dilakukan setelah peletakan batu pertama antara lain pemagaran serta penataan kawasan lahan bandara.

Sebelumnya, Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Kulon Progo dari PT Angkasa Pura I R Sujiastono mengatakan dalam pembangunan bandara itu, pengerjaan fisik utama yang harus pertama dilakukan adalah pembangunan fasilitas sisi udara (air side) yang terdiri atas run way (landas pacu), taxi way (jalur parkir), apron (pelataran gerakan pesawat) karena dinilai yang paling membutuhkan waktu lama.


Identitas 13 Korban Meninggal Kapal Tenggelam di Makassar

Polisi Amankan Dua Sopir Bus yang Kedapatan Mengonsumsi Narkoba

Perang Lawan Begal Motor Lampung di Musim Mudik, Begini Instruksi Kapolri

Gubsu Lantik Hj. Sabrina Jadi Sekda Sumut Gantikan Hasban Ritonga