Foto : Wapres Jusuf Kalla (Istimewa)

Wapres JK Sebut Oktober Bakal Jadi Bulan Penggantian Menteri

kis  | Selasa , 26 September 2017 - 20:53 WIB

Publicapos.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebut bulan Oktober waktu yang tepat bagi pemerintah untuk mengganti menteri Kabinet Kerja yang ingin maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.
 
"Nanti, Oktober nanti lah (waktu untuk membicarakan pengganti-pengganti menteri)," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, saat ditanya wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 26 September 2017.
 
Hal tersebut dikarenakan ada beberapa Menteri yang digembar-gemborkan hendak maju pada pilkada serentak 2018 mendatang. Misalnya, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa. 
 
JK menyampaikan, pemerintah baru akan memikirkan pengganti menteri yang akan maju pilkada saat ia benar-benar memastikan diri maju di Pilkada. Misalnya seperti Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. 
 
JK lantas menyebut Oktober sebagai waktu yang tepat untuk mengganti menteri. Menurut JK, Oktober dipilih karena di bulan itu, tahapan pendaftaran pasangan calon Pilkada 2018 dimulai. Sementara, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2017 sebenarnya mengatur tahapan pendaftaran paslon baru dilaksanakan pada 8 - 10 Januari 2018. "Pendaftaran Oktober kan?" ujar JK.
 
Ia menyampaikan penggantian harus dilakukan karena pemerintah tidak memperkenankan seorang menteri terbagi fokusnya antara bekerja untuk pemerintah, serta berkampanye Pilkada.
 
Sementara, terkait Khofifah, JK menyampaikan bahwa menteri yang sudah menjabat sejak awal pemerintahan Jokowi - JK itu memang telah melapor Jokowi terkait keinginannya untuk maju di Pilkada Jatim. "Ya, sudah lapor. Tapi ya tentu, bagi saya, saya bilang itu hak Ibu Khofifah sendiri (untuk maju di Pilkada)," ujarnya.
 
Ketua Umum Muslimat NU itu dikabarkan resmi mendapat dukungan dari Partai Nasdem untuk maju di Pilkada Jawa Timur. Khofifah juga memiliki kemungkinan didukung sejumlah partai politik, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, dan Partai Demokrat.
 


Pecahkan Rekor Dunia, 1.300 Instruktur Siap Latih 65.000 Peserta Senam Poco-Poco

Kemenristekdikti Gelar Lomba Penulisan, Foto dan Vlog Hakteknas Ke-23

Pemuda Back to Kampung, Kemenpora Ajak OKP Sosialisasi Asian Games

Bertolak ke Saudi, Menag Gelar Pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara