Foto : Pengamat intelijen dan militer Connie Rahakundini Bakrie. (Istimewa)

Pengamat Intelijen Pertanyakan Impor Senjata Masuk Kargo Bandara Sipil

kis  | Senin , 02 Oktober 2017 - 10:04 WIB

Publicapos.com - Pengiriman senjata dan amunisi impor oleh Brimob masuk ke kargo bandara sipil dipertanyakan oleh pengamat intelijen dan militer Connie Rahakundini Bakrie.
 
"Setahu saya tidak boleh diizinkan kargo membawa senjata masuk bandara sipil," kata Connie dikutip dari Antara, Senin 2 Oktober 2017. Seharusnya, pengiriman masuk melalui kargo bandara penerbangan militer seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
 
Ia menuturkan, pesawat biasa maupun pengangkut bahan berbahaya yang memasuki negara lain harus mengantongi 'clearance' dari negara tujuan. Ini tidak bisa dilakukan mendadak. 
 
Bila pesawat telah melalui 'air clearance' artinya dinyatakan legal diketahui lembaga otoritas terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri dan Mabes TNI. Makanya, Connie mengaku binggung ketika senjata dan amunisi pesanan Brimob tertahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. 
 
"Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang belum menerbitkan rekomendasi seharusnya membatalkan sejak awal rencana pengiriman senjata dan amunisi ketika ditemukan persoalan prosedur," tambah dia. 
 
Dia juga mempertanyakan, Kemenhub, Kemenlu dan TNI menerbitkan izin 'clearance' dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencairkan impor senjata, namun saat ini dipermasalahkan. "Pengadaan senjata itu melalui lelang secara umum sesuai APBN-P 2017," tutur Connie.
 
Connie menambahkan, keberadaan senjata di kargo Bandara Internasional Soekarno Hatta sangat rawan dan berbahaya secara politik maupun kelembagaan.


Sakit Infeksi Ginjal, Sejumlah Tokoh Jenguk SBY di RSPAD

Menhub Cek Kesiapan Bandara Silangit Jadi Bandara Internasional

SAGL Senjata Mematikan, Begini Penjelasan Kapuspen TNI

Jokowi Perintahkan Jajaran untuk Kembangkan Konektivitas Transportasi