Foto : Anggota DPR RI

Indonesia Kirim Nota Diplomatik Terkait Penolakan Panglima TNI ke AS, DPR RI: Kita Apresiasi

mmd | Senin , 23 Oktober 2017 - 11:46 WIB

Publicapos.com - Penolakan Panglima TNI beserta delegasi untuk tidak memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection memantik berbagai reaksi dari berbagai pihak.
 
Seperti surat nota diplomatik yang dilayangkan oleh pemerintah Indonesia kepada Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
 
Dalam hal itu, Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi langkah pemerintah terkait penolakan Amerika Serikat terhadap rencana kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo oleh negara tersebut.
 
"Kementerian Luar Negeri sudah menjalankan fungsi dengan baik dengan mengirimkan nota diplomatik. Kalau perlu, kita memang harus protes terhadap sikap Amerika Serikat itu," kata Kharis, Senin (23/10/2017).
 
Indonesia memang harus meminta penjelasan kepada pemerintah AS terkait penolakan itu, kata Kharis, jika tidak ada penjelasan, maka itu sama saja dengan penghinaan terhadap Indonesia.
 
Ia melanjutkan, jika memang pemerintah Amerika Serikat sudah memberikan penjelasan dan meminta maaf, maka permasalahan itu harus dianggap selesai agar tidak mengganggu hubungan kedua negara yang bersahabat.
 
"Apalagi, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan juga sudah meminta maaf. Kita anggap saja kejadian ini sebagai insiden yang tidak boleh terulang lagi," jelasnya. 
 
Diketahui, Panglima TNI berangkat ke AS dalam rangka menghadiri undangan pertemuan para panglima angkatan bersenjata tentang organisasi teroris atau "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23 - 24 Oktober di Washington DC.
 
Tetapi, beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan Emirates, bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS pada Sabtu (21/10/2017) kemarin. (mmd)
 


Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI, Presiden Jokowi: Amankan Situasi Ramadhan

Menkes Bersedia Jadi Mediator Dokter Terwan dan IDI

Wapres JK: Yang Penting AS Sudah Minta Maaf