Foto : Ilustrasi

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Banting Harga

*/kis | Senin , 30 Oktober 2017 - 10:14 WIB

Publicapos.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menuturkan persaingan bisnis yang sengit dengan industri ritel e-commerce membuat pebisnis ritel yang masih mengandalkan penjualan melalui toko fisik (offline) terpaksa memangkas harga jual produk mereka. 
 
Cara tersebut dilakukan agar mereka dapat tetap bertahan di bisnis ini.Menurut Tutum, banyak toko offline memotong harga mencapai 80 persen pada beberapa department store. "Itu strategi, marketing, biar nggak mati toko. Tapi kalau nggak bisa juga ya mereka tutup," ujarnya di Jakarta pada Sabtu (28/10).
 
Pedagang, kata Tutum, harus mempunyai celah agar bisnis yang dijalaninya terus bertahan. Salah satunya dengan mengikuti online.
 
Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat melek digitalisasi, sehingga pemerintah mengikuti alur digitalisasi juga. Karyawan pun menurut Tutum hendaknya memiliki jiwa kewirausahaan di dalam diri untuk mendongkrak kehidupannya. "Instagram secara masif digunakan untuk jualan, masyarakat manfaatkan itu," kata Tutum.


Piala Dunia 2018 Picu Kenaikan Harga Telur

Harga BBM non subsidi Naik, Begini Rincian Harganya

Masyarakat Diminta Tak Khwatir, Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Distribusi Sembako Lebaran Aman

Pantau Pasar Dua Pasar di Cirebon, Mendag Sebut Harga Beras Sesuai HET