Foto : Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)

Menko Kemaritiman: Presiden Jokowi Target 2020 Indonesia Jadi Swasembada Garam

kis | Selasa , 31 Oktober 2017 - 15:04 WIB

Publicapos.com - Presiden Joko Widodo 2020 mendatang menargetkan Indonesia mencapai swasembada garam. Hal tersebut karena menilai Indonesia sebagai negara maritim yang luas. 
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan dalam keterangan persnya sebagaimana dikutip Antara News Selasa (31/10/2017).
 
"Saat ini kita masih impor garam dari luar, padahal kita Negara Maritim dengan laut yang luas. Oleh karena itu, Pak Presiden memerintahkan supaya kita swasembada pada tahun 2020," tulisnya. 
 
Target mewujudkan swasembada garam pada 2020 disampaikan Presiden Jokowi saat mengelar Rapat Koordinasi tertutup.
 
Dalam rakor tersebut, Menko Maritim mencatat, tidak hanya Pemerintah Daerah NTT saja yang diundang, melainkan pihak kementerian terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional.
 
Hadirnya lintas kementerian ini agar setiap persoalan diselesaikan secara terintegrasi dan holistik, sehingga mendapatkan keputusan yang satu dan bermanfaat bagi masyarakat.
 
"Untuk mengatasi permasalahan pasokan garam saat ini, Menko Luhut megatakan, bahwa pemanfaatan teknologi yang digunakan harus dapat membantu para petani garam dalam meningkatkan produksi maupun kualitas garam," ujar Luhut.
 
Menurut dia, hasil inovasi yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait teknologi garam yang telah diuji cobakan di Kupang, dan jika produksi garamnya bagus, maka akan diaplikasikan juga di tempat lain, seperti di Madura, serta sentra-sentra garam lainnya. 
 
"Kalau ada nanti langsung kita praktikkan, kita bikin lahan garam satu di Kupang. Kalau bagus, kita bikin lagi di Madura dan sebagainya," ungkapnya. 
 
Luhut optimis bahwa solusi teknologi yang ditawarkan BPPT bisa mengatasi masalah pasokan garam di Indonesia, bahwa Indonesia tak perlu garam impor lagi. 
 
Bukan hanya untuk jangka pendek saja, menurut dia, melainkan untuk jangka panjang. Sehingga costnya akan lebih murah dan tidak lagi berpengaruh pada cuaca.


Minta Presiden Tenang Terkait Polemik Gaji BPIP, Begini Guyonan Megawati ke Jokowi

Soal Gaji Jumbo Pejabat BPIP, Presiden Jokowi Kasih Penjelasan Begini

Penjelasan Mahfud MD dan Menkeu Terkait Kontroversi Gaji Jumbo Pejabat BPIP

Presiden Tambah Empat Staf Khusus, Ini Nama-namanya