Foto : Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Andi Narogong

Kasus E-Ktp: Andi Narogong Sebut Ada Jatah Rp 250 M Untuk DPR

kis | Senin , 22 Januari 2018 - 23:00 WIB

Publicapos.com - Pengusutan kasus korupsi mega proyek KTP elektronik (e-KTP) yang merugikan negara hingga triliunan rupiah, terus digeber oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
 
Terbaru ini, dari kesaksian pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong ada jatah sekitar Rp250 miliar untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam proyek KTP elektronik (e-KTP)
 
Hal tersebut diketahui saat Andi bersaksi dalam sidang korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/1/2017).
 
Dia menjelasakan, jatah itu diambil dari sebagian nilai kontrak proyek e-KTP sebesar Rp5,9 triliun. 
 
Namun, kata Andi, dia hanya mengetahui, jatah yang telah direalisasikan baru sebesar US$ 7 juta.
 
"Dari jatah itu, (yang terealisasi) US$ 7 juta yang saya tahu untuk DPR," ujar Andi sebagaimana dirilis CNN Indonesia.
 
Dalam dakwaan Novanto, jaksa menyebut Novanto menerima total uang US$ 7,3 juta terkait korupsi proyek e-KTP. Selain uang, Setnov juga mendapat jam tangan merk Richard Mille. 
 
Andi mengaku mengetahui pembagian jatah uang itu, saat berkunjung ke rumah Setnov bersama Paulus Tannos, Anang Sugiana, dan Johannes Marliem.
 
Saat itu Tannos mengungkapkan kesulitan modal untuk menggarap proyek e-KTP karena tidak diberikan uang muka oleh Kemdagri. 
 
"Pak SN kemudian bilang akan mengenalkan dengan Made Oka Masagung yang punya link perbankan," katanya. 
 
Dalam dakwaan Setnov itu juga disebutkan, duit US$7 juta yang diterima Novanto melalui tangan pengusaha Made Oka Masagung dan keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.
 
Selain membantu penyediaan biaya awal proyek e-KTP, menurut Andi, Made juga akan membantu pemberian uang bagi sejumlah anggota DPR. 
 
"Saat itu disampaikan soal kesulitan dana dan untuk teman-teman DPR nanti melalui Made Oka saja," tandasnya.


Mantan Bendum Demokrat Terima Remisi Lebaran

SP3 Percakapan Porno, Pengacara Rizieq Sebut Kado Terindah Lebaran

Kasus Penusukan Anggota TNI, Tiga Oknum Anggota Brimob Jadi Tersangka

KY Serahkan Dua Nama Calon Hakim Agung Periode II ke DPR