Foto : santrionline.net

Pria Tak Dikenal Aniaya Kiai KH Umar Basri Cicalengka

kis | Sabtu , 27 Januari 2018 - 21:31 WIB

Publicapos.com – Sungguh memprihatinkan, pagi tadi (27/1/2018), terjadi penyerangan brutal yang dilakukan oleh seorang pemuda tidak dikenal terhadap ulama. Kejadiaan tersebut menimpa KH. Umar Basri, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong Cicalengka. 
 
Dari keterangan yang dirilis dari situs santrionline.net aksi brutal itu terjadi pukul 05.30. Tersangka yang belum diketahui identitasnya dengan ciri ciri berpakaian kemeja levis dan memakai sarung diduga mengikuti sholat berjama’ah shubuh di Mesjid Al-Hidayah. Kemudian setelah sholat berjama’ah selesai para jama’ah keluar dari mesjid, Korban (Pangersa Mama) dan tersangka masih berada di Mesjid, lampu mesjid dimatikan oleh santri seperti kebiasaannya. 
 
Saat korban sedang baca wirid khusus, tiba-tiba tersangka langsung menyerang pangersa dengan memukul bertubi tubi dengan menggunakan tangan kosong, dengan sebelumnya diawali tersangka dengan menendang kotak penyimpanan amplifier sambil berkata dengan bahasa sunda “ini pinarakaeun (ini alat menuju neraka)” sambil dikatakan berulang-ulang, dan tersangka berkata lagi “Nu didiyeu punarakaeun kabeh (Yang disini semua calon penghuni neraka semua)”.
 
Sementara itu, pelaku masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. Adapun keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat berharap pelaku dapat segera ditangkap oleh polisi dan diadili serta mengecam keras tindak penganiayaan (apalagi fisik) terhadap ulama. Harapannya, semoga KH. Ceng Emon segera pulih, sehat seperti sediakala dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa mengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong.
 


Jerat Cinta Terlarang Pendeta dan Anak Angkat, Rosalia Dibunuh Dalam Keadaan Hamil 3 Bulan

Ini Motif Pendeta yang Diduga Melakukan Pembunuhan dan Pemerkosaan Jemaat Gereja?

Pembunuhan Balita yang Ditemukan Dalam Karung di Bogor Terungkap, Pelakunya Masih di Bawah Umur

Di Acara Pelatihan Saksi, Nasdem Tapsel Heningkan Cipta Bagi Para Korban Bom di Surabaya