Foto : Pernyataan Sikap dari Pengurus GMP Paluta-Jakarta Terhadap Pilkada Paluta

GMP Paluta: Parpol Langgengkan Dinasti Politik Bahrum Harahap

rhr | Minggu , 28 Januari 2018 - 11:49 WIB

Publicapos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara menerima pendaftaran pilkada Paluta untuk satu calon bupati dan wakil bupati, yaitu Andar Amin Harahap dan Hariro Harahap. Dengan demikian pasangan calon ini akan melawan kotak kosong.

Pasangan Andar-Hariro ini didukung oleh Partai Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PAN, PPP, Nasdem, PKPI, PKB, Demokrat dan PBB. Melihat akan hal ini, partai politik di Paluta mengalami krisis kader untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah.

Demikian penjelasan Sekretaris Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Padang Lawas Utara (GMP Paluta) Jakarta, Eli Yupina Siregar, pada acara "NGOPI Kedaerahan" dalam rangka HUT GMP Paluta, di Insomniak Cafe, Ciputat, Sabtu (27/1/2018).

"Sistem pengkaderan partai politik telah mandek di Paluta. Hal ini menyebabkan pimpinan parpol tidak berani mencalonkan kader sendiri, sehingga elit parpol hanya berfikir oportunis dan pragmatis dalam melihat persoalan pilkada," kata Eli.

Saat ini, Andar adalah Wali Kota Padangsidempuan yang juga putra kandung Bupati Paluta Bahrum Harahap. Menurutnya, selama 10 tahun Bachrum memimpin Paluta dan Andar menahkodai Padangsidimpuan 5 tahun, tidak ada terlihat kinerja yang menonjol dan betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

"Hal ini menjadi bukti bahwa Andar dan Bahrum gagal dalam memimpin. Dinasti politik Bahrum Harahap tidak memberi efek positif bagi kehidupan yang demokratis di masyarakat, terlebih-lebih bagi kemajuan Paluta," tegasnya.

Ia menegaskan, partai politik telah melanggengkan adanya dinasti politik Bahrum Harahap di Paluta. Ini terlihat, katanya, pasangan Andar-Hariro telah memborong seluruh partai yang ada.

"Paslon ini akan memanfaatkan seluruh jaringan partai politik yang ada di Paluta untuk menduduki puncak kekuasaan, sehingga akhirnya korupsi menjadi tumbuh subur dan menjadi-jadi," tutupnya.

Ia menerangkan, selama menjabat, Andar dan Bahrum sering dikritik oleh berbagai elemen dan lapisan masyarakat terkait dugaan keterlibatan keduanya dalam melakukan Tindak Pidana Korupsi yang hingga saat ini belum terselesaikan. (rhr)


Identitas 13 Korban Meninggal Kapal Tenggelam di Makassar

Polisi Amankan Dua Sopir Bus yang Kedapatan Mengonsumsi Narkoba

Perang Lawan Begal Motor Lampung di Musim Mudik, Begini Instruksi Kapolri

Gubsu Lantik Hj. Sabrina Jadi Sekda Sumut Gantikan Hasban Ritonga