Foto : Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Nasional ke-6 “Sukses Indonesiaku”, di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Senin (12/2/2018) lalu.

Menristekdikti: Bangsa yang Besar Adalah Bangsa yang Berinovasi

rhr | Kamis , 15 Februari 2018 - 15:26 WIB

Publicapos.com - Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Indonesia sedang mengembangkan sistem pembelajaran distance learning atau melalui online learning. Sehingga ke depan belajar tidak ada batasan ruang (borderless). Jumlah kelas untuk belajar pun tidak akan menjadi masalah, karena dilaksanakan dengan online.

Hal tersebut dikatakan Menristekdikti Muhammad Nasir saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Nasional ke-6 “Sukses Indonesiaku”, di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Senin (12/2/2018) lalu.

“Dengan dampak revolusi industri ini, perguruan tinggi harus menyesuaikan. Rasio dosen kedepan akan tidak menjadi masalah, karena kita mulai berpindah ke online. Tapi infrastruktur online perguruan tinggi harus jelas dan memadai, dan perbanyak juga prodi yang berhubungan dengan industri,” jelas Nasir.

Selain Nasir, turut hadir sebagai narasumber adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Koordinator Kopertis Wilayah II Slamet Widodo. Nasir mengatakan, kinerjanya sesuai dengan Nawacita, antara lain menurutnya program bidikmisi di Indonesia sudah berjalan dengan baik.

“Sekarang mahasiswa Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi, tidak ada kata berhenti kuliah, semua tetap terus kuliah sampai selesai,” paparnya.

Di bidang entrepreneurship dan startup sendiri Nasir mengatakan Kemenristekdikti berhasil menghasilkan lulusan yang ternyata sudah memiliki jiwa usaha.

“Contoh suksesnya adalah ada lulusan Diploma 3 yang sekarang membuka usaha ayam geprek/gepuk dengan gerai lebih dari 30 gerai, dan usaha jamur dimana omsetnya mencapai ratusan juta per bulan. Menariknya lagi ada mahasiswa lulusan bidikmisi yang telah membuka sekolah robotik,” terangnya.

Acara dialog sendiri disaksikan lebih kurang 5.500 mahasiswa dengan 500 dosen pendamping dari 109 Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang berada di wilayah Sumatera Selatan. Dalam kesempatan itu, Nasir memberikan komputer jinjing kepada mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi.

“Ingat bangsa yang besar bukan hanya dilihat dari luasnya Negara, bukan hanya seberapa banyak penduduknya, tapi bangsa yang besar adalah bangsa yang berinovasi. Indonesia sukses berkualitas di tangan kita,” pungkasnya. (rhr)


Kemenristekdikti Gelar Lomba Penulisan, Foto dan Vlog Hakteknas Ke-23

Kemenristekdikti: Audit Teknologi Untuk Mendorong Inovasi dan Kemandirian Bangsa

Kemenristekdikti: Pengelolaan Arsip Perguruan Tinggi Sangat Penting dan Strategis