Foto : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. (istimewa)

Soal Dua Pelajar SMP di Bantaeng Ajukan Dispensasi Nikah, Begini Tanggapan Mendikbud

Ind | Rabu , 18 April 2018 - 12:05 WIB

Publicapos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menanggapi kasus dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantaeng Sulawesi Selatan yang mengajukan dispensasi menikah.

Muhadjir mengatakan, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh sampai hilang. "Anak walaupun sudah menikah tetap harus mendapatkan pelayanan pendidikan," kata Muhadjir di Cirebon, Rabu (18/4/2018).

Dikatakan  Muhadjir, tidak ada larangan bagi siapapun yang sudah menikah untuk sekolah. Dia mengatakan fenomena nikah dini bukan kali ini saja, namun banyak juga terjadi di daerah lain.

"Bahkan banyak yang mau melaksanakan ujian nasional memilih mengundurkan diri dan memilih menikah. Tidak ada larangan kalau anak sudah menikah tidak boleh lagi sekolah," ujarnya.

Muhadjir mengatakan pernikahan dini memang bukan ranah yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun ia menegaskan bahwa pernikahan bukanlah halangan bagi seseorang untuk tetap mendapatkan pendidikan sebagai bekal masa depan.

Jika tidak dapat ditempuh di jalur formal, ada berbagai macam jenis pendidikan nonformal dan informal yang bisa menjadi pilihan peserta didik dan warga belajar. "Kan bisa mengikuti program kesetaraan dan kalau masih ingin sekolah saya kira tidak apapa, karena tifak ada larangan sekolah setelah menikah," kata Muhadjir.


Kemenpora Berikan Ijazah S2 Ketahahan Nasional UI Beasiswa Prestasi Pemuda

Presiden Jokowi Teken Perpres Penguatan Pendidikan Karakter

Stop Kesalahan Menuliskan Ungkapan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia