Foto : Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian. (istimewa)

Kenapa Aksi Bom Bunuh Diri Surabaya Tak Terdeteksi? Begini Kata Kapolri

Ind/antara | Minggu , 13 Mei 2018 - 23:55 WIB

Publicapos.com - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya adalah orang-orang terlatih yang mengerti dan mengetahui cara menghindari intelijen.

"Mereka orang-orang terlatih, mengerti cara menghindari intelijen kita," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Surabaya, Minggu (13/52018).

Tito mengaku timnya sudah mendapatkan buku manual mereka yang berisi tentang cara mengindari komunikasi, bertahan hidup, hingga meng-counter interogasi.

Kelompok teroris itu kata Tito, memiliki buku manual khusus yang terus mereka pelajari. "Mereka berlatih bagaimana cara menghindari deteksi kita," katanya, seperti dilansir antaranews.com.

Aparat kepolisian, kata Tito, akan terus berusaha lebih maksimal untuk mempersempit ruang gerak mereka. "Kelompok ini tidak terlalu besar, hanya sel-sel kecil, mereka tidak mungkin mengalahkan negara, mengalahkan POLRI, TNI," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan terorisme. "Mohon dukungan semua pihak agar kita bisa melakukan tindakan," katanya.


Puluhan Terduga Teroris Ditangkap 8 Hari Pascaserangan Bom Bunuh Diri Surabaya

Hari Kebangkitan Nasional, Susi Pudjiastuti: Semoga Kita Semua Selalu Mengingat Jasa Pahlawan

Sanksi Garuda untuk Oknum Pilot yang Memposting Terkait Teror Bom Surabaya

Nasib Jenazah Bomber Surabaya yang Ditolak Warga, Risma Tunggu Fatwa MUI