Foto : Teror bom bunuh diri di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga yang melibatkan anak di bawah umur. (istimewa)

Kecaman Dunia Terhadap Peristiwa Teror Bom Bunuh Diri Surabaya

Jyg | Senin , 14 Mei 2018 - 14:39 WIB

Publicapos.com - Dunia mengecam aksi teror bom bunuh diri yang mengguncang Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) ini. Bom meledak di tiga gereja dan Rusunawa minggu pagi. Sementara pada Senin, Mapolrestabes Surabaya yang jadi sasaran.

Sekretaris JenderalPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam dan mengutuk keras rangkaian aksi terorisme tersebut. Terlebih, aksi melibatkan anak di bawah umur.

"Sekjen PBB mengecam aksi terorisme yang terjadi di tiga gereja di Surabaya pada tanggal 13 Mei. Beliau menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam penyerangan tersebut," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephanie Dujarric, melalui keterangan tertulis, Senin (15/5/2018).

Sekjen Antonio Guterres juga menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dari para korban dan berharap para korban luka-luka segera pulih kembali. "Ia juga kembali menegaskan dukungan penuh dari PBB akan usaha pemerintah Indonesia dalam memerangi dan mencegah terorisme dan ekstrimisme kekerasan, melalui promosi akan pluralisme, moderasi dan toleransi," jelasnya lagi.

Ungkapan senada juga dilontarkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.  "Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat sedih atas apa yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur serta Depok, Jawa Barat, Indonesia," ujar Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

Aksi yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka itu berbeda sekali dengan sikap bangsa Indonesia yang cinta kedamaian dan menjauhi kekerasan. "Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Presiden Joko Widodo atas aksi teror yang terjadi di Indonesia," ujar dia.

Raja Salman, lanjutnya, mengharapkan korban yang terluka dapat segera pulih kembali dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.

"Apa yang terjadi di Surabaya dan Depok sangat jauh sekali dari ajaran Islam yang kita pahami bersama. Kita lihat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan cara-cara yang dilakukan oleh ISIS," kata dia.

Ia mengungkapkan Nabi Muhammad sangat memberikan perhatian kepada warga yang tidak memeluk agama Islam. "Misalnya kepada kaum Yahudi, Nabi Muhammad, juga menyerukan hidup berdampingan dalam suasana penuh kedamaian dan toleransi antara muslim dan non-muslim," katanya.

"Untuk itu, Kerajaan Arab Saudi mengajak pemerintah Indonesia bersama-bersama memerangi tindakan terorisme," tegas Osama.

Sementara pada Minggu kemarin, Paus Fransiskus berdoa untuk korban ledakkan bom. Dalam doanya, Paus juga menyerukan agar aksi kekerasan segera dihentikan. Di hadapan umat di kawasan Basilika Santo Petrus, Vatikan, dalam doanya Paus menyebut 'orang-orang Indonesia yang terkasih.'

"Untuk orang-orang Indonesia yang terkasih, terutama untuk umat Kristiani di kota Surabaya, yang sangat menderita karena serangan serius terhadap rumah-rumah ibadah mereka, saya melambungkan doa saya untuk para korban dan keluarga mereka," ucap Fransiskus.

Tiga gereja menjadi sasaran teror bom di Surabaya. Ketiga gereja itu adalah gereja Santa Maria Tak Bercela Nganggel Surabaya, Gereja Pantekosta, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) jalan Diponegoro. Sebanyak 13 orang meninggal dalam insiden bom tersebut, sedangkan puluhan orang lainnya terluka.

"Bersama kita memohon kepada Allah Sang Damai supaya menghentikan tindakan-tindakan kekerasan ini, dan di hati semua orang tidak ada perasaan kebencian dan kekerasan, tetapi rekonsiliasi dan persaudaraan," ujar Fransiskus.


Bom Bunuh Diri di Masjid, Puluhan Orang Tewas

Winnie Madikizela-Mandela, Simbol Perlawanan Anti-Apartheid Meninggal Dunia

Presiden Harap KTT LB OKI Respon Situasi Palestina di PBB