Foto : Ustadz Abdul Somad. (istimewa)

Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Mati Syahid atau Tidak? Begini Kata Ustadz Abdul Somad

Jyg | Selasa , 15 Mei 2018 - 14:48 WIB

Publicapos.com - Ustadz Abdul Somad menanggapi teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja Surabaya pada Minggu (13/5/2018) lalu. Belakangan pasca-peristiwa keji tersebut, asumsi dan persepsi masyarakat pun mengemuka.

Asumsi dan persepsi dibumbui dengan opini sentimental keagamaan. Akibatnya, tak sedikit yang mengait-ngaitkan aksi bom bunuh diri tersebut dengan ajaran agama tertentu. Islam yang disasar. Lalu apa pendapat Ustad Abdul Somad terkait pelaku teror?

Ulama  kondang asal Riau itu menegaskan, pelaku bom bunuh diri di Surabaya bukanlah tergolong orang-orang yang mati syahid. Menurutnya, telah terjadi pemahaman yang salah karena menganggap bunuh diri yang mengorbankan pemeluk agama lain adalah mati syahid.

Orang yang mati syahid adalah orang yang meninggal di medan perang melawan kaum kafir yang punya niat membinasakan Islam. Bukan di negeri yang damai seperti di Indonesia.

Ia mencontohkan di Palestina melawan tentara zionis Israel. "Kalau di Palestina, di wilayah perang, mereka bunuh diri untuk menyerang Israel, itu baru mati syahid. Kalau yang dilakukan di Surabaya itu bukanlah mati syahid. Karena negeri kita ini negeri yang damai dan rukun antarumat beragama," kata Ustadz Somad, dalam ceramah yang disiarkan langsung melalui Instagram resmi, Selasa (15/5/2018).

Lebih jauh ia mengatakan, syahid pada zaman nabi ketika tentara Islam kalah dalam Perang Uhud. Saat itu Nabi mengatakan, tentara Islam yang meninggal di tangan tentara kafir Quraish akan bertemu Nabi di surga karena mati syahid. Mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW itu, makin ramai tentara Islam yang berani menyongsong tentara kafir dan mati syahid.

Ustadz Somad mengklarifikasi tentang video ceramahnya yang dipotong oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ustaz Somad disebut telah memotivasi orang untuk bunuh diri.

"Video ceramah saya itu dipotong dan mengatakan Ustaz Abdul Somad telah memotivasi orang bunuh diri. Itu dalam konteks apa? Syahid kalau mati di medan perang melawan orang kafir yang hendak membinasakan Islam. Tapi tidak apa-apa. Saya anggap saja iklan gratis. Karena orang akan mencari video lengkap saya dan paham kalau saya bukanlah ustadz yang radikal," ujar Ustadz Somad.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut korban tewas dalam teror bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Ahad (13/5) dan Senin (14/5) berjumlah 28 orang, baik pelaku, petugas kepolisian, maupun masyarakat. Jumlah korban luka-luka dalam aksi terorisme tersebut sebanyak 57 orang, termasuk anggota keluarga yang diduga menjadi pelaku pengeboman.


Zionis Israel Bakal Bangun 2.500 Rumah Baru di Tepi Barat untuk Permukiman Yahudi

Orang Tua dan Pemuda yang Mengancam Presiden Jokowi Sampaikan Permintaan Maaf

Dari TK Sampai SMA, Sistem Zonasi Merupakan Penataan Reformasi Sekolah

Terbitkan PP, Alhamdulillah Jokowi Pastikan Pensiunan Dapat THR Tahun Ini