Foto : Pasukan satuan Koopssusgab berbaris mengikuti upacara peresmian Komando Operasi Khusus Gabungan TNI (Koopssusgab) di Monas, Jakarta, Selasa (9/8/2015). (liputan6)

Presiden Jokowi Restui Koopssusgab Dihidupkan Kembali

Jyg | Kamis , 17 Mei 2018 - 05:58 WIB

Publicapos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dihidupkan kembali. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, Komando Operasi Khusus Gabungan TNI berada di bawah komando panglima TNI.

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI. Ini operasi harus dijalankan untuk preventif agar masyarakat merasa tenang. Saat ini terjadi hukum alam, hukum aksi dan reaksi. Begitu teroris melakukan aksi, kita beraksi, kita melakukan aksi, mereka bereaksi," kata Moeldoko.

Koopsusgab ini merupakan tim antiteror gabungan dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI AD, Detasemen Jalamangkaraya TNI AL, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI AU. Moeldoko menyampaikan kemampuan pasukan Koopssusgab telah disiapkan secara baik untuk ditugaskan ke berbagai daerah di Indonesia. Selanjutnya, Kapolri dan juga Panglima TNI akan membahas lebih lanjut tugas pasukan khusus gabungan ini.

Untuk mengaktifkan kembali komando operasi khusus gabungan ini, kata dia, tak perlu menunggu pembahasan revisi UU antiterorisme rampung. Selain itu, Moeldoko menambahkan, juga tak diperlukan payung hukum lainnya untuk menghidupkan pasukan yang berada di bawah komando Panglima TNI tersebut. "Enggak perlu nunggu. Sekarang ini, pasukan itu sudah disiapkan," ucapnya.

Menurutnya, operasi gabungan ini perlu dijalankan sebagai langkah preventif menghadapi ancaman serangan terorisme dan menciptakan ketenangan masyarakat. Serangan teror yang terjadi berturut-turut inipun disebutnya sebagai dampak dari tindakan tegas aparat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tak khawatir dan merespon berlebihan atas peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. Masyarakat juga perlu menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan baik kepolisian, TNI, dan juga BIN.

Ia berharap, Koopssusgab dapat terus dihidupkan baik untuk menanggulangi ancaman terorisme maupun operasi perang lainnya di berbagai daerah. Dengan aktifnya kembali Koopssusgab diharapkan dapat memberikan kekuatan yang optimal untuk mengamankan negara. "Kita berharap lebih memberikan kekuatan yang optimal. Apakah intelijen atau unsur represif," ujar Moeldoko.

Koopssusgab sendiri merupakan pasukan yang dibentuk Moeldoko yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI. Koopssusgab pertama kali diresmikan pada 9 Juni 2015.TNI memiliki banyak pasukan khusus, yang secara umum memiliki kualifikasi antiteror dalam model operasi antiteror yang sangat senyap, jauh dari publikasi, dan sesuai prosedur pokok operasi penanggulangan anti teror.

Mereka adalah Detasemen Jalamangkara TNI AL (gabungan dari Batalion Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan Komando Pasukan Katak TNI AL), Satuan B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI AU, dan Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus TNI AD. Mereka ini memiliki kemampuan idle yang dapat dikerahkan untuk menangkal dan menanggulangi teror di Tanah Air.

Berbeda dengan yang dipahami umum, dalam beraksi sesungguhnya, mereka bisa dibilang tidak pernah tampil dalam siaran langsung di televisi. Saat dibentuk hingga beberapa waktu kemudian, markas konsinyiring Komando Operasi Khusus Gabungan TNI ini ada di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Jawa Barat.

Pola kepemimpinan mereka adalah bergantian sesuai periode waktu yang ditentukan bersama di antara para komandan pasukan elit di tiga matra TNI itu.


Jaman Jatim Rapatkan Barisan Dukung Jokowi Dua Priode

Soal Kehadiran Riza Chalid di Kuliah Umum NasDem, Begini Kata Jaksa Agung

Sakit Infeksi Ginjal, Sejumlah Tokoh Jenguk SBY di RSPAD

Sampaikan Duka Cita, Jokowi Pastikan Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan