Foto : Polisi isyaratkan tak penjara pemuda yang ancam tembak Presiden Jokowi. (istimewa)

Polisi Tak Proses Pidana Pemuda Pengancam Presiden Jokowi, Alasannya Begini

Jyg | Kamis , 24 Mei 2018 - 23:45 WIB

Publicapos.com - Kasus hukum pemuda yang mengancam akan menembak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan usai. Polisi mengisyaratkan tak akan memproses pidana Royson Jordani(16), lantaran pelaku yang masih di bawah umur, dan kasusnya dapat diselesaikan di luar persidangan.

"Penanganan terhadap anak itu bisa diversi (penyelesaian perkara di luar persidangan)," kata Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Ari Dono merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Sebab yang bersangkutan masih di bawah umur dan berstatus pelajar. "Memang ada UU Perlindungan Anak, kita tidak akan laksanakan hukuman kecuali ancaman hukuman di atas 5 tahun," terangnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 19 detik mendadak viral di dunia maya, Instagram. Di mana video tersebut memperlihatkan seorang pria dengan bertelanjang dada tengah memegang foto Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam video yang akunya bernama @jojo_ismayname itu pria yang belum diketahui identitasnya mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Jokowi. Bahkan, ia menantang Jokowi untuk menemuinya.

"Gue tembak loe ye. Jokowi gila, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang cari gua 24 jam, kalau nggak loe temuin gua, gua yang menang," ujar pria tersebut dalam videonya.


Ini Sanksi untuk Kapusdikmin yang Menganiaya Anak Buah Pakai Helm Baja

Kasus Penusukan Anggota TNI, Tiga Oknum Anggota Brimob Jadi Tersangka

Presiden Jokowi Laporkan Gratifikasi Sebesar Rp58 Miliar ke KPK