Foto : Anggota Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI Novel Bamukmin bantah pengeroyok Hitler Nababan anggota FPI. (istimewa)

FPI Bantah Anggotanya Pelaku Pengeroyokan Hitler Nababan

Jyg | Jumat , 25 Mei 2018 - 00:35 WIB


Publicapos.com - Sekelompok massa yang diduga mengeroyok anggota DPRD Karawang, Hitler Nababan pada Selasa (22/5) lalu, bukan berasal dari Front Pembela Islam (FPI). Akibat insiden itu, polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

"Bukan anggota FPI, namun kami dari advokat Muslim akan siap mendampingi karena mereka juga orang yang cinta ulama," kata anggota Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI Novel Bamukmin.

Menurut Novel, FPI hanya mengawal massa yang tak terima dengan tindakan Hitler. Novel mengklaim, ada banyak masyarakat yang geram dengan tindakan Hitler dan bukan semuanya berasal dari FPI, seperti Forum Masyarakat Karawang yang ikut bergabung mencari Hitler.

Novel menegaskan, pada saat mediasi gagal dan Hitler menjadi korban pemukulan, maka peran anggota FPI hanyalah melerai. "FPI hanya mengawal masyarakat yang meminta pertanggungjawaban atas ulah Hitler Nababan dan terjadi kasus (pemukulan) itu. Maka laskar (FPI) lah yang melerai mereka,” kata Novel,seperti dikutip Tirto.

Sejauh ini, Novel belum mendengar ada anggota FPI yang menjadi tersangka atas kasus penganiayaan terhadap Hitler. Novel menegaskan, belum ada bukti yang mengatakan pelaku pemukulan tersebut adalah anggota FPI.

Bukti dari pihak kepolisian pun hanya rekaman video dan keterangan saksi. "Jadi enggak ada bukti kalau itu FPI yang melakukan pemukulan. Di videonya saja jelas, yang FPI melerai," tegas Novel.

Dalam video memang tampak pria memakai jaket menerobos dan memukul Hitler berkali-kali, sedangkan pria yang memakai baju putih di seluruh badan khas pakaian lapangan FPI melerai mereka. Polisi pun enggan menyatakan bahwa yang ditangkap adalah anggota FPI.

Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) yang menjadi pengacara ormas FPI, Damai Hari lubis menyampaikan hal yang senada dengan Novel. Menurutnya, belum ada laporan kepada Korlabi bahwa anggota FPI dijadikan tersangka oleh polisi soal penganiayaan Hitler.

Ia juga setuju dengan pendapat Novel bahwa kehadiran FPI bukan untuk melakukan kekerasan, tapi menengahi. Namun, banyak masyarakat yang ikut bergabung dan emosi. Damai mengaku, kemungkinan salah satu massa tersebut yang melakukan pemukulan.

"Kalau kita lihat videonya ada nih kita telaah justru laskar mencegah biar tidak bentrok agar tidak melakukan kekerasan. Jadi kalau malah ditersangkakan itu saya enggak tahu. Kalau memang laskar dipersangkakan kami akan bantu karena kami tahu bukan mereka (pelaku kekerasannya)," kata Damai Hari Lubis.


SP3 Percakapan Porno, Pengacara Rizieq Sebut Kado Terindah Lebaran

Kasus Penusukan Anggota TNI, Tiga Oknum Anggota Brimob Jadi Tersangka

Sempat Diperiksa Soal Candaan Bom, Dua Anggota DPRD Banyuwangi Bilang Begini