Foto : Alif Hidayat bocah yang bersantap sahur hanya denga nasi dan lauk garam, dan ditutup dengan segelas air putih saat berbuka puasa. (istimewa)

Cerita Viral Alif, Bocah yang Hanya Makan Nasi dan Garam Saat Sahur

Jyg | Rabu , 30 Mei 2018 - 03:43 WIB

Publicapos.com - Bocah berusia 5 tahun bernama Alif Hidayat dalam beberapa hari terakhir tengah menjadi sorotan warganet. Arie diketahui bersantap sahur hanya menggunakan nasi dan lauk garam, dan ditutup dengan segelas air putih saat berbuka puasa.

Namun keberadaan Alif kini seolah raib. Yono (41), tetangga Alif, mengatakan, ia melihat Alif pergi dari rumah bersama Sarni, neneknya. Seperti dilansir Okezone.com, cucu dan nenek itu dijemput seseorang menggunakan mobil Toyota Avanza selepas bedug Maghrib, kemarin. "Setelah Magrib lah, si ibu (nenek Alif) dijemput sama orang naik Avanza," kata Yono.

Ia menjelaskan, dengan membawa cucu kesayangannya, nenek Sarni tampak membawa beberapa tas berukuran besar. Didorong rasa penasaran, Yono kemudian, menanyakan perihal kepergian Alif Hidayat dan sang nenek yang kini sedang menjadi perbincangan publik. "Pas saya tanya, Mau kemana bu? Dia bilang mau pindah ke Wonosobo, pusing di sini ditanyain terus," jelas Yono menirukan obrolannya.

Dari pantauan, rumah kontrakan sederahana di RT 4/3, Kampung Cacing, Gang Perjuangan, Tanah Gocap, Karawaci, Tangerang, Banten yang dihuni Alif Hidayat dan nenek Sarni tampak sepi. Sejumlah awak media terlihat tengah menanti kedatangan sang bocah viral tersebut.

Ketua RT 04/03 Kadir menuturkan, Alif bersama neneknya Sarni pindah ke kontrakan tersebut sekitar 4 (empat) bulan lalu. Saat itu sebagai Ketua RT pihaknya juga sudah meminta KK dan KTP kepada Ibu Sarni namun yang bersangkutan belum bisa menunjukkan.

"Alif dan neneknya tinggal di kontrakan Pak Ozy, sekitar empat bulan lalu. Sebelumnya tinggalnya di Kapuk, Jakarta Barat. Saat itu pernah saya mintain fotocopi KTP dan KK tapi saat itu beliau belum bisa menunjukkan, katanya nanti nunggu KTP yang baru jadi karena masih diurus di Jakarta," kata Kadir.

Usai viral di media sosial, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah menerjunkan petugas dari Dinas Sosial untuk membantu Alif. "Tadi saya sudah perintahkan Ibu Masyati (Kepala Dinas Sosial) untuk membantu Alif dan neneknya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri.

Dadi mengatakan, meskipun neneknya ber-KTP DKI Jakarta namun pihaknya siap untuk memfasilitasi sang nenek dan bocah periang itu minimal untuk mendapatkan akses pendidikan.

"Meski bukan warga Kota Tangerang, tapi kitakan punya tanggung jawab sosial, ada sisi humanisme yang mengharuskan kita untuk turun tangan," katanya.

"Minimal Alif bisa mendapatkan akses pendidikan secara gratis, nanti kita coba masukkan ke program Tangerang Cerdas," sambung Dadi merujuk pada program Pendidikan Gratis di kota Tangerang.

Soal kendala administrasi kependudukan, Dadi menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil di Jakarta untuk mengurus perpindahan KTP Alif dan neneknya.

"Itukan nanti kita tawarkan ke neneknya apakah mau pindah KTP ke kota Tangerang, kalau mau pindah tinggal kita bantu fasilitasi dengan Catatan Sipil DKI Jakarta karena memang KTP-nya masih DKI Jakarta," jelasnya.

Diketahui, cerita tentang Alif yang tetap ceria meski hanya makan nasi dan garam berawal dari unggahan @tikalestariparmana di akun Instagram miliknya. Ia melakukan percakapan dengan Alif saat bertemu di KRL. Dari percakapan diketahui yatim piatu dan tinggal bersama neneknya di Tanah Gocap, Tangerang.  

Kemudian, momen tersebut diunggahnya ke media sosial. Dalam caption fotonya, @tikalestariparmana mengungkap, Alif saat melaksanakan sahur  hanya menyantap nasi dan garam, dan berbuka puasa dengan air putih.

Nenek Alif menceritakan, awal mula kisah kelam hidupnya. Namun, ia tak kuasa bercerita panjang, hanya terisak dan tak bisa berkata-kata. Cerita kemudian dilanjutkan oleh Eka, relawan yang telah lama mendampingi nenek dan cucu tersebut.

Eka melanjutkan, sang kakek harus dilarikan ke rumah sakit. Perawatan intensif harus diberikan menyusul kondisinya yang semakin parah. Tentu hal tersebut membutuhkan biaya yang tak sedikit. Harta benda keluarga Alif pun dijual, mulai dari rumah hingga mobil.

Namun, apa boleh dikata, kakek Alif turut menyusul ayah dan ibunya. Ditinggal orang tua dan tak lagi punya harta benda, begitulah kehidupan Alif saat usianya baru 11  bulan.

Di sebuah rumah bedeng di dekat komplek kuburan China, Tanah Gocap, Tangerang, di sanalah Alif dan neneknya tinggal. Mereka hidup seadanya. Seringkali, keduanya hanya makan nasi ditaburi garam.

Acap kali, dalam benak bocah 5 tahun itu ingin rasanya mengecap ayam kecap. Tetapi, karena tak memiliki cukup uang, nasi dan garam lagi-lagi harus menjadi sahabat keduanya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, nenek Alif bekerja menjadi asisten rumah tangga di Pluit, Jakarta Utara. Bisa dibilang jaraknya cukup  sehingga harus ditempuh dengan commuter line. Alif pun selalu ikut neneknya bekerja. Hingga sore pukul 15.00 WIB keduanya baru kembali ke rumah.

Di perjalanan, ada kalanya Alif memandangi mereka yang sedang memakan makanan enak. Hatinya bahagia meski hanya bisa melihat. Pikirnya, rezeki pasti suatu saat akan datang kepadanya.

Nah, dalam perjalanan di commuter line, mahasiswi dengan akun @tikalestariparmana itu lah yang kemudian membagikan kisah pilu Alif di media sosialnya. Respons warganet pun begitu positif terhadap kabar Alif.

Mereka iba dan tergerak hatinya untuk membantu sang bocah malang. Penggalangan dana pun dilakukan untuk membantu Alif. "Ini ada mahasiswa yang datang. Ada juga dari SMK Negeri, ada 2 orang," ungkap sang nenek.

*Dari berbagai sumber


Soal Buaya di Pondok Dayung Tanjung, Pengelola Ancol Minta Masyarakat Tak Khawatir

Jelang Arus Mudik dan Lebaran, Dinkes Jamin Puskesmas di Tangsel Tetap Beroperasi

Sadis, Begini Cerita Seorang Pria yang Membunuh dan Membakar Calon Istrinya