Foto : Frank Pierre Schultless minta maaf karena mengira sholawat sebagai karaoke. (istimewa)

Viral Bule yang Marah-marah Karena Mengira Sholawat Sebagai Karaoke Akhirnya Minta Maaf

Jyg | Minggu , 03 Juni 2018 - 19:15 WIB

Publicapos.com - Beredar video seorang bule Perancis bernama Frank Pierre Schultless yang memprotes kegiatan sholawat di musholla Nurul Jadid, Ciampea, Bogor. Dalam video tersebut, si  bule mengira sholawat sebagai kegiatan karaokean yang dianggap meresahkan.

Dengan hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos tanpa lengan, Frank mendatangi rumah seorang warga dan komplain soal `karaoke`. "Kenapa karaoke?," kata bule itu.

"Bukan karaoke, selawatan (sholawat-red)," jawab seorang ibu yang sedang menyapu. "Yea i know...solo solo..," timpal si bule. "Bukan solo...bukan karaoke," kata ibu itu lagi.

"I know. Lagi semalam aku marah, aku blok masjid," kata bule itu kepada seorang bapak di rumah tersebut. "Kalau kamu rusak masjid kamu melanggar," jawab bapak itu yang kemudian menggiring bule itu ke pinggir jalan.

"Ok no problem," jawab si bule. "Mister semua warga juga pada ke sana, gak boleh begitu. Laporin ke RT," ucap ibu tersebut.

Polisi lalu bergerak menelusuri kejadian ini. diketahui si bule sempat berdebat dengan ustadz Ade Syafei. "Kejadiannya kemarin Sabtu (2/6). Dia mendatangi rumah seorang ustadz dan memprotes kegiatan salawatan dengan menyebutnya karaoke," kata Kapolsek Ciampea Kompol Adi Fauzi.

Frank diketahui tinggal bersama istrinya di dekat masjid di Ciampea, Bogor. Adi mengatakan, Frank bekerja sebagai sopir kontainer di Prancis. "Sudah tinggal 8 tahun di Ciampea, tapi bolak-balik Indonesia-Prancis untuk kerja," katanya.

Lebih lanjut Adi mengaku terjadi kesalahpahaman antara Frank dengan ustadz. Menurut Adi, Frank diduga tidak mengetahui bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Polisi juga meminta agar masyarakat tenang dan tidak menanggapinya secara berlebihan. Selain itu, polisi juga turut menghubungi tokoh masyarakat sekitar seperti MUI Desa Ciampea. Masalah sudah selesai.

Menurut Frank, peristiwa itu terjadi karena dia kurang memahami Bahasa Indonesia. Ia pun melontarkan permintaan maaf.

"Saya pribadi meminta maaf terhadap masyarakat tegalwaru, Ciampea, dan umat Islam di Indonesia umumnya, atas perkataan dan perbuatan saya menyinggung umat muslim dikarenakan saya kurang memahami bahasa Indonesia," kata Frank dalam video yang diunggah akun Instagram, @Polresbogor, Minggu (3/5/2018).