Foto : Laga persahabatan antara Israel kontra Argentina di Teddy Stadium, Yerusalem, batal digelar, kaos Messi ngga jadi dibakar. (istimewa).

Laga Kontra Israel Batal, Kaos Messi Nggak Jadi Dibakar

Jyg | Kamis , 07 Juni 2018 - 17:42 WIB

Publicapos.com - Laga persahabatan jelang Piala Dunia 2018 antara Israel kontra Argentina yang sedianya bakal digelar di Teddy Stadium, Yerusalem, batal digelar. Dengan demikian ancaman pembakaran kaos mega bintang Lionel Messi pun tak terlaksana.

Sebenarnya, ada upaya dari pemerintah Israel agar duel tak dibatalkan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sempat menghubungi Presiden Argentina, Mauricio Macri, agar duel tetap digelar di Yerusalem, Sabtu 9 Juni 2018. Namun, permintaan tersebut tak digubris.

Petinggi organisasi sepak bola Palestina (PFA) menyanjung langkah Timnas Argentina dan sang megabintang, Lionel Messi. "Israel mencoba menggunakan Messi dan bintang-bintang dari Argentina, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka dan menghargai keputusan mereka, yang menurut saya berada di jalur yang benar," kata Presiden PFA, Jibril Rajoub, seperti dilansir AFP.

Di pintu masuk tempat konferensi pers ada spanduk yang bertuliskan "Dari Palestina, terima kasih Messi" dengan bendera Argentina dan Palestina, di bawah foto besar Rajoub berpose dengan bintang Barcelona itu.

Hal ini merupakan perubahan sikap dari Rajoub, yang pada Minggu menyerukan agar orang-orang Palestina membakar replika kostum Messi dan foto-fotonya jika striker Timnas Argentina itu bermain di Yerusalem.

Keputusan Albiceleste membatalkan laga melawan Israel mendapat apresiasi dari bomber-nya, Gonzalo Higuain. Memang, Higuain tak setuju jika Argentina berduel melawan Israel karena sikap mereka yang kejam terhadap warga Palestina. "Akhirnya, ada keputusan dan tindakan yang benar diambil," kata Higuain.

Apresiasi juga dilayangkan oleh aktivis yang bernaung di Avaaz, Alice Jay. "Argentina membuktikan mereka mengerti tak ada artinya menggelar laga persahabatan di Yerusalem, tempat di mana para sniper Israel mengarahkan senapannya kepada para pengunjuk rasa yang tak bersenjata," ucap Alice.

Israel memang sedang jadi sorotan terkait kekejian mereka terhadap warga Palestina yang berunjuk rasa di perbatasan. Kasus yang paling fenomenal adalah pembunuhan terhadap petugas medis bernama Razan Al-Najjar.

Razan menjadi korban tewas ke-119 dalam bentrokan antara demonstran Gaza dengan tentara Israel yang berlangsung sejak 30 Maret lalu. Namun jumlah total korban tewas hingga kemarin mencapai 123 orang.


Terkendala Peraturan Dewan OCA, Siaran Pertandingan Asian Games Diacak

Pecahkan Rekor The Largest Poco-Poco Dance, Ibu-ibu DWP Matangkan Persiapan

Bapindra: Selamat Kepada Isola UPI Sebagai Pemenang Kejurnas Kartini Cup 2018

Cerita Menarik Lalu Muhammad Zohri, Dari Insiden Bendera Hingga Makanan Sebelum Bertanding