Foto : Untuk pertama kalinya Donald Trump menggelar buka puasa di Gedung Putih. (istimewa)

Undang Dubes Negara-negara Islam, Donald Trump Gelar Acara Buka Puasa di Gedung Putih

Jyg | Kamis , 07 Juni 2018 - 18:49 WIB

Publicapos.com - Presiden AS, Donald Trump, mengejutkan dunia saat menggelar acara buka puasa bersama di Gedung Putih. Buka puasa bersama ini merupakan yang pertama diadakan Trump sejak dia menjabat sebagai presiden. Tahun lalu, dia tidak menggelar buka puasa.

Ada lebih dari 50 tamu undangan yang datang di acara itu. Di meja utama, Trump duduk dengan Duta Besar Saudi Pangeran Khalid Ben Salman dan Duta Besar Yordania Dina Kawar. Para duta besar lainnya yang diundang antara lain dari Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Tunisia, Irak, Qatar, Bahrain, Maroko, Aljazair dan Libya.

"Untuk Anda masing-masing dan umat Muslim di seluruh dunia, Ramadan Mubarak. Malam ini kami mengucapkan terima kasih atas ikatan persahabatan dan kerja sama yang telah kami bangun bersama mitra kami dari seluruh wilayah Timur Tengah," kata Trump, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (7/6/2018).

Namun Acara bukan puasa oleh tersebut diprotes komunitas Muslim karena kebijakan politik dan retorikanya selama ini dianggap anti-Islam. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), kelompok advokasi Muslim AS, menggelar Iftar tandingan di luar Gedung Putih sebagai protes terhadap Presiden Trump.

Protes itu didukung kelompok pembela hak-hak Muslim dan sipil lainnya. Acara bertajuk "Not Iftar Trump" diadakan di Lafayette Square di luar Gedung Putih pada saat yang sama ketika Trump menjadi tuan rumah Iftar.

Acara buka puasa Ramadhan di Gedung Putih biasanya dihadiri oleh para diplomat, anggota Kongres dan anggota komunitas Muslim lainnya. Dalam sebuah pernyataan, CAIR mengatakan bahwa telah terjadi lonjakan serangan dalam hal kefanatikan sejak Donald Trump menjadi presiden AS.

Beberapa tokoh Muslim terkemuka di AS ramai-ramai mengkritik Trump yang pertama kali jadi tuan rumah Iftar. "Kami tidak membutuhkan makan buka puasa. Sebaliknya, kami perlu mendapatkan rasa hormat yang sangat layak untuk kami. Jangan memberi kami makan dan menusuk kami," kata Imam Yahya Hendi, tokoh Muslim di Georgetown University, seperti dikutip CNN, Kamis (7/6/2018).

Hendi menghadiri buka puasa di Gedung Putih pada tahun 2009, ketika Presiden Barack Obama berkuasa. Dia mengaku dia tidak diundang untuk tahun ini.  Seperti kebanyakan tokoh Muslim terkemuka lain yang menghadiri Iftar Gedung Putih sebelumnya, Hendi menolak datang jika tetap diundang Trump.

"Saya tidak diundang ke Iftar Gedung Putih, tetapi saya tidak akan hadir jika saya diundang," kata Dalia Mogahed, direktur penelitian di Institute for Social Policy and Understanding.

"Menghadiri acara ini, terutama selama bulan suci, saatnya untuk introspeksi dan memupuk spiritual, tidak pantas dalam pandangan saya karena akan tampak menormalkan perilaku administrasi ini," katanya yang mengkritik kebijakan Administrasi Trump.


Polisi Temukan 10 Jasad Satu Keluarga Tewas Tergantung, Satu Lainnya Tergeletak

Sering Dihina Suami dan Mertua, Wanita Ini Tega Suguhkan Makanan Beracun ke Ratusan Orang

Bertemu Yahya Cholil Staquf, Netanyahu Klaim Israel Makin Akrab dengan Negara Muslim

Islamofobia di Austria: 7 Masjid Ditutup, 40 Imam Diusir