Foto : Malindo Air. (istimewa)

Tawarkan Pilihan Terbaik, Malindo Air Buka Layanan Rute Fantastis ke Negeri Kanguru

Jyg | Rabu , 13 Juni 2018 - 19:05 WIB

Publicapos.com - Malindo Air membuka rute penerbangan internasional setiap hari yang menghubungkan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL) ke Bandara Internasional Melbourne, Australia (MEL) dengan transit di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) sejak 7 Juni 2018.

Penerbangan bersejarah dimulai dengan Malindo Air bernomor OD177 dari Kuala Lumpur ke Melbourne melalui Bali, telah mendarat di Melbourne pada pukul 4.40 pagi (GMT + 10). Dalam inaugural tersebut, Chandran Rama Muthy, CEO Malindo Air, Judi Rifajantoro, penasihat profesional untuk Menteri Pariwisata Indonesia dan Zulkafli Yahya, Direktur Senior Divisi Promosi Internasional (Amerika/ Eropa/ Oseania) untuk Pariwisata Malaysia, berada di antara 162 penumpang di pesawat OD177.

Untuk rute sebaliknya dilayani pada hari yang sama, bernomor OD178 berangkat pada pukul 07.00 pagi dari Tullamarine. Penerbangan dijadwalkan tiba di Denpasar pada 11.25 WITA (GMT + 8). Malindo Air akan melanjutkan perjalanan dari Bali pada pukul 12.25 WITA dan diperkirakan tiba di KLIA pukul 3.25 MYT (GMT + 8).

"Kami sangat senang untuk menambahkan Melbourne ke peta layanan Malindo Air, sebagai kota ketiga yang kami terbangi ke Australia," kata CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy, dalam rilis, Rabu (13/6/2018).

Dikatakannya, penerbangan tersebut memberikan nilai lebih bagi kedua negara dengan transit di Denpasar. Bali adalah salah satu tujuan reguler bagi para pelancong dari Melbourne dan Kuala Lumpur.

"Kami telah memperluas koneksi ke Kuala Lumpur dari Bali untuk menyediakan lebih banyak opsi penerbangan dari hub di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dengan jaringan kami yang terus berkembang. Sementara itu, kehadiran layanan baru ke Australia dan Bali semakin mendukung upaya berkelanjutan kami dalam menjadikan KLIA sebagai pusat transit di kawasan Asia Tenggara," jelasnya.

"Di sisi lain, Melbourne tidak asing bagi sebagian besar orang Malaysia karena Melbourne menampilkan komunitas-komunitas kelahiran Malaysia yang besar, serta tujuan untuk pendidikan, bisnis dan liburan. Oleh karena itu, rute ini akan menarik bisnis dan industri pariwisata. Penerbangan kami ke Melbourne telah menerima tanggapan positif sejak kami meluncurkan penjualan tiket pada April lalu. Selanjutnya, kami akan terus mengeksplorasi dan memperkuat koneksi ke Australia," tambah Chandran.

Penerbangan ke Melbourne telah menerima tanggapan positif sejak meluncurkan penjualan tiket pada April lalu. Selanjutnya, Malindo akan terus mengeksplorasi dan memperkuat koneksi ke Australia.

Malindo Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 12 Kelas Bisnis dan 150 kursi Kelas Ekonomi. Saat ini, Malindo Air telah terbang ke lebih dari 800 penerbangan setiap minggu di seluruh jaringan yang terus berkembang sekitar 49 rute.

Malindo Air adalah anggota IATA yang menawarkan layanan codeshare dengan Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air.


Omzet Penjualan Tiket Pesawat Turun 50 persen, Ada apa?

Air Asia Indonesia Taruh Harapan Kemajuan pada Raline Shah

Gubernur Bali pesimis soal Manajemen Satu Pulau