Foto : Ilustrasi (istimewa)

Jika Ditemukan Kelalaian, Nakhoda KM Sinar Bangun Bisa Dipidana

Jyg | Kamis , 21 Juni 2018 - 17:10 WIB

Publicapos.com - Nakhoda KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, berinisial Situah Sagal (SS) diamankan polisi. SS bisa diancam pidana jika terbukti melakukan kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

"Selain mendukung kegiatan SAR, pihak Polri juga akan melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam peristiwa itu," kata Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian, usai meninjau Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Tiragas, Sumut, Kamis (21/6/2018).

"Jika terbukti ada unsur pidana maka kami akan lakukan penyidikan untuk menentukan tersangkanya. Karena kami tidak ingin kasus serupa terulang lagi. Ini pelajaran penting," tambah Tito, yang didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi.

Tito menuturkan dari penyelidikan awal ada kelalaian dalam pelayaran KM Sinar Bangun. "Pasal 360 KUHP menyebutkan barang siapa melakukan kelalaian dan mengakibatkan kematian orang lain, dapat dipidana," katanya.

"Kalau sengaja, kena pasal 338 KUHP. Bisa juga. Tapi ini lebih banyak kelalaian, selain unsur cuaca saat itu. Apalagi nahkoda sudah sering mengangkut penumpang hingga 150 orang, padahal bobot mati kapal hanya 17 GT yang hanya mampu mengangkut 60 orang," ujar Kapolri menambahkan.

Selain itu, tidak ada manifes dan jaket penyelamat. "Ini kelalaian yang dilakukan nahkoda yang ternyata adalah juga pemilik kapal," katanya.

Tito mengatakan nahkoda sudah berada di Polres Samosir untuk penyelidikan awal. Selain nahkoda, pihak pengawas dari Dinas Perhubungan juga dapat menjadi tersangka. "Kita tidak akan segan-segan untuk melakukan penyidikan," kata Kapolri.

Diketahui, KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, sekitar pukul 17.30 pada Senin (18/6).

Kapal yang beroperasi sehari-hari di Danau Toba ini diduga mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan bermotor roda dua melebihi kapasitas.

Kapal kayu berkapasitas 43 orang tersebut tenggelam setelah dihantam angin kencang dan ombak berkekuatan 12 knot.


Sampaikan Duka Cita, Jokowi Pastikan Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan

Puncak Arus Mudik Diprediksi Kembali Terjadi Pada H-2 Lebaran

Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia Dimulai Besok