Foto : Video Oknum yang Mengaku Anggota Lemhanas Jadi Viral di medsos (istimewa)

Jadi Viral di Medsos, Video Oknum Anggota Lemhanas Soroti Sengketa Pilkada Taput

Jyg | Rabu , 11 Juli 2018 - 22:50 WIB

Publicapos.com - Terpilihnya pasangan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat sebagai kepala daerah Tapanuli Utara, menuai polemik lantaran pasangan petahana tersebut diduga melakukan pelanggaran kampanye.

Setelah dilaporkan oleh Paslon nomor 2 JTP-Frend ke Sentra Gakkumdu Provinsi, pasangan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat kembali diserang di media sosial oleh akun Facebook Tim Simanjuntak.

Akun tersebut membagikan video pelanggarannya semasa menjabat Bupati dan pelanggaran semasa kampanye ke group Menuju Tapanuli Utara 1. Video berdurasi 04:52 kemudian menjadi viral dan mengundang banyak komentar para netizen.

https://m.facebook.com/groups/159111867507421?view=permalink&id=1779575988794326

Dalam video berlatar spanduk paslon nomor 3 tersebut, seorang pria bernama Junias Marvel Maramis Lumbantobing, dan mengaku sebagai mantan Kepala Pusat Strategis TNI, mengatakan dirinya telah melakukan kajian dan mengamati pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Nikson semasa menjabat sebagai Bupati dan saat masa kampanye berlangsung.

"Pelanggaran kampanye dapat dilaporkan ke Panwas sedangkan pelanggaran korupsi dapat dilaporkan ke KPK," kata Junias dalam video itu.

Dalam video itu, Junias juga mengaku saat ini dirinya menjabat sebagai anggota kajian strategi Lemhanas RI. Ia mengatakan ada kesan jelek di pilbup Taput yang menjadi sorotan nasional dan internasional.

Dan berdasarkan pengamatannya, Juanias mengatakan, masyarakat Taput membutuhkan pergantian Bupati. "Keinginan masyarakat Taput butuh pergantian Bupati, dan meminta supaya petahana diskualifikasi serta menolak hasil Pilbup Taput. Sehingga perlu dilakukan pilkada ulang," ucap Junias.

Menanggapi video itu, Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris mempertanyakan analisa dadakan Junias dalam mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan Nikson.

"Dia terlalu bersemangat, saya menilai Ini analisa dadakan, kecuali kepala daerah sudah pernah dipanggil KPK dan ditetapkan tersangka tapi belum ditahan," ujar Tigor.

Tigor menyayangkan jika benar Junias ditugaskan oleh LEMHANAS untuk mengkaji dan mengamati Pilkada Taput maka tidak perlu melakukan testimoni dihadapan para pendukung salah satu kandidat. Karena testimoni itu dapat menjatuhkan citra lembaganya.

"Kalau ditonton sama teman-temannya Lemhanas atau bahkan ditonton sama Gubernur Lemhanas, Agus Widjojo, tidak bisa dibayangkan malunya Bapak ini," pungkas Tigor.


Hitler Nababan Anggota DPRD Karawang Penyebar Meme Habib Rizieq dan Amien Rais Minta Maaf

Dua Anggota FPI Jadi Tersangka Pelaku Pengeroyokan Hitler

Gara-gara Meme Amien Rais-Habib Rizieq, Anggota DPRD Bonyok Dikeroyok Massa