Foto : Lalu Muhammad Zohri (Tengah) Juara Dunia lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20. (istimewa)

Cerita Menarik Lalu Muhammad Zohri, Dari Insiden Bendera Hingga Makanan Sebelum Bertanding

Jyg | Kamis , 12 Juli 2018 - 22:25 WIB

Publicapos.com - Sprinter muda asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mengukir prestasi mengesankan pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merebut emas pada nomor bergengsi lari 100 meter putra.

Di babak final, Zohri finish pertama dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22). Sementara urutan ketiga ditempati oleh pelari Afirka Selatan, Thembo Monareng dengan 10,23 detik.

Namun, ada insiden menarik saat Lalu ingin merayakan kemenangannya. Sprinter berusia 18 tahun tersebut kebingungan mencari bendera Merah Putih saat akan melakukan victory lap. Padahal ia sudah mencari ke tribun penonton.

Sementara, dua pesaingnya asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, sudah berpose di depan para pewarta untuk diambil fotonya.

Beruntung Zohri mendapatkan bendera merah putih dari panitia yang sudah menyiapkannya untuk upacara di podium. "Bendera sebenarnya sudah disiapkan ofisial dan pelatih. Namun, memang ada keterlambatan pemberian bendera dari panitia," kata Pejabat Penerangan KBRI di Helsinki, Rizki Kusumastuti.

Di Tanah Air, insiden bendera untuk victory lap jadi bahan pembicaraan. Anggota Komisi X DPR yang membidangi olahraga, Ferdiansyah, menyayangkan insiden itu.

"Ya mungkin (kemenangan Zohri) di luar dugaan, tapi menjadi pelajaran ke depan seharusnya membawa bendera Merah Putih dan lagu. Memang di luar dugaan. Itu jadi pelajaran," kata Ferdiansyah, Kamis (12/7/2018).

Ferdiansyah meminta, ke depan, keberangkatan tim Indonesia ke kejuaraan dunia harus disertai seperangkat lagu kebangsaan dan bendera Merah Putih. Dia meminta tim Indonesia lebih optimistis ke depan. "Ke depan harus dipersiapkan ya. Peluang kita kecil, tapi semua harus sudah siap, dipakai atau tidak dipakai ya," saran anggota Fraksi Golkar itu.

Terpisah, Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung mengatakan masyarakat jangan fokus terhadap insiden bendera. "Tidak ada peraturan membawa bendera saat kemenangan. Biasanya bendera itu digunakan untuk victory lap," jelas Tigor.

Namun, Tigor tetap menyarankan untuk menyiapkan bendera kebangsaan saat bertanding di luar negeri. Ia menilai, insiden tersebut tidak berarti mengurangi rasa bangga terhadap tim atletik Indonesia. "Bendera Merah Putih dan Indonesia Raya akan berkumandang ketika upacara penyerahan medali," tegas Tigor.

Selain soal bendera, ada cerita menarik lainnya dibalik keberhasilan Zohri meraih gelar juara dunia. Ternyata Zohri dan rekan-rekan atlit lainnnya kesulitan mengonsumsi makanan Finlandia. Alhasil, KBRI harus mengirimkan makanan Indonesia dari Helsinksi ke Tampere, yang berjarak dua jam.

"Menunya sederhana, dendeng gepuk, sambal, semur telur, sayur, dan lainnya. Atlet tak ada waktu keluar cari nasi. Jadi, kami yang kirimkan. Ini serasa mimpi, ada atlet kita yang juara dunia," kata Duta Besar RI untuk Finlandia, Wiwi Setyowati.

*Dari berbagai sumber


Terkendala Peraturan Dewan OCA, Siaran Pertandingan Asian Games Diacak

Pecahkan Rekor The Largest Poco-Poco Dance, Ibu-ibu DWP Matangkan Persiapan

Bapindra: Selamat Kepada Isola UPI Sebagai Pemenang Kejurnas Kartini Cup 2018