Foto : Mendag sebut Piala Dunia bikin harga telur naik. (istimewa)

Piala Dunia 2018 Picu Kenaikan Harga Telur

Jyg | Selasa , 17 Juli 2018 - 11:23 WIB


Publicapos.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menyebut sejumlah penyebab harga telur terus melambung pada beberapa pekan terakhir. Selain ada masalah pada sisi produksi alias penyediaan, kenaikan harga telur ternyata juga dipicu oleh naiknya konsumsi telur yang mendorong naiknya permintaan terhadap konsumsi barang pangan tersebut.

Mendag mengatakan, peningkatan konsumsi tersebut dipicu adanya sejumlah momentum seperti hari raya, masa libur yang panjang hingga perhelatan pesta sepak sepak bola Piala Dunia 2018.

Menurutnya ada kaitan langsung antara Piala Dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga. Selama gelaran sepakbola dunia itu, permintaan telur memang meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepakbola.

"Karena tengah malam itu (makan) nasgor (nasi goreng) pakai telor; internet, Indomie telur, dan kornet, pakai telur juga. Saya dulu pernah menyelinap, ada fresh telur langsung kita ambil bikin nasgor," kata Enggar di Jakarta, Senin (16/7/2018) kemarin.

Dia juga mengatakan, dalam pertemuan dengan para pelaku usaha di rantai pasok telur, Kemendag memberi tenggat waktu satu minggu untuk penurunan harga telur. Jika harga telur tidak kunjung menurun secara bertahap pada sepekan mendatang, Kemendag akan melakukan intervensi pasar. Intervensi itu dilakukan dengan mengeluarkan stok telur ayam milik para integrator atau perusahaan besar pengepul komoditas pangan ini.

Sementara itu, Kementerian Pertanian tidak memungkiri bahwa akibat liburan panjang hingga Piala Dunia, lonjakan permintaan telur mencapai 20-30 persen. Tingkat permintaan di masing-masing daerah memang berbeda tetapi secara umum sama, yakni karena efek Piala Dunia.

"Kalau demand (permintaan) masing-masing tiap daerah akan beda. Adanya pertandingan Piala Dunia ternyata memengaruhi, saya pikir iya juga, ya," kata Fini Murfiani, direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, dalam kesempatang yang sama.

Karena itu, pemerintah akan terus mengevaluasi demi mengantisipasi lonjakan-lonjakan permintaan anomali yang terjadi seperti sekarang. Terutama, menyambut Asian Games pada Agustus 2018.


Harga BBM non subsidi Naik, Begini Rincian Harganya

Pilkada Serentak 2018 Diyakini Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II

Masyarakat Diminta Tak Khwatir, Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Distribusi Sembako Lebaran Aman