Foto : Riza Chalid (nomor empat dari kiri) hadir dalam acara kuliah umum Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat. (istimewa)

Soal Kehadiran Riza Chalid di Kuliah Umum NasDem, Begini Kata Jaksa Agung

Jyg/Antara | Kamis , 19 Juli 2018 - 16:20 WIB

Publicapos.com - Kehadiran pengusaha minyak Riza Chalid dalam acara kuliah umum Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada Senin (16/7) lalu, menjadi perbincangan publik.

Hebohan soal kehadiran pengusaha minyak, yang kabarnya lama tak terdengar sejak kasus `Papa Minta Saham` itu sebenarnya dimulai dari media sosial. Ada potongan video di acara kuliah umum tersebut yang memuat wajah Riza.

Soal Riza Chalid, pihak Kejaksaan Agung menyatakan sudah tidak memburu pengusaha minyak tersebut. "Bagi kita secara hukum kasus yang berkaitan dengan Freeport yang kamu sebutkan itu sudah selesai," kata Jaksa Agung HM Prasetyo tentang kasus rekaman "Papa Minta Saham" itu seusai menghadiri kegiatan Pernikahan Massal untuk menyambut HUT Ke-58 Adhyaksa di Jakarta, Kamis (19/7/2018), seperti dilansir antaranews.com.

Ketika dimintai tanggapan mengenai kehadiran Riza Chalid dalam acara Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Prasetyo mengatakan: "Silakan, urusan dia, kok nanya ke saya, saya sendiri juga hadir di situ."

Pada awal Januari 2016, Kejaksaan Agung mengaku kesulitan menghadirkan Riza Chalid untuk meminta keterangan mengenai rekaman Papa Minta Saham. Kejaksaan saat itu sudah meminta keterangan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Sekjen DPR, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Rekaman tersebut juga sudah ada di tangan kejaksaan.

Prasetyo menjelaskan bahwa tidak semua perkara itu berkonotasi ke persidangan. "Tergantung kepada fakta dan bukti yang ada, kalian tahu persis perjalanan kasus itu. Ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai hasil rekaman yang dinyatakan bukan barang bukti. Kamu tahu enggak itu? Tahu tidak tuh?" katanya.

"Jadi bukti-bukti yang tadinya kita anggap sebagai bisa melengkapi penanganan perkara ini, ternyata oleh MK dinyatakan tidak sah sebagai barang bukti itu, dan sekarang prosesnya sudah selesai," ia menambahkan.

Menurut putusan MK mengenai uji materi Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, penyadapan adalah kegiatan yang dilarang karena melanggar hak konstitusional warga negara, khususnya hak privasi untuk berkomunikasi sebagaimana dijamin oleh Pasal 28F UUD 1945. Dalam konteks penegakan hukum pun, Mahkamah berpendapat, kewenangan penyadapan juga seharusnya sangat dibatasi.

Nama Riza Chalid muncul di publik dalam kasus `papa minta saham` yang melibatkan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pada tahun 2015 silam.

Bersama Novanto, suara Riza terekam meminta jatah sama PT Freeport Indonesia saat bertemu dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Permintaan saham diutarakan jika Novanto Cs sukses membantu Freeport memperpanjang izin kontraknya di tambang emas, Papua.

Rekaman suara ini menjadi heboh karena Novanto membawa-bawa nama Presiden Jokowi. Rekaman ini dibocorkan menteri ESDM kala itu, Sudirman Said kepada media. Riza yang dimintai keterangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, tak pernah muncul di DPR.

Jokowi, kala itu terlihat marah besar dan meminta agar kasus pencatutan namanya diusut. Pengusutan kasus Riza oleh Kejaksaan pun tidak terdengar kelanjutannya.

Namun, beberapa hari lalu, Riza Chalid justru muncul dan hadir bersama Jokowi dan sejumlah jajaran menteri dan tokoh nasional di acara yang digagas NasDem.


Jaman Jatim Rapatkan Barisan Dukung Jokowi Dua Priode

Sakit Infeksi Ginjal, Sejumlah Tokoh Jenguk SBY di RSPAD

Sampaikan Duka Cita, Jokowi Pastikan Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan