Foto : Wakil Ketua Umum I Dewan Pimpinan Pusat Garda Rajawali Perindo (DPP Grind), Rasid

Nyaleg di Jateng III, Waketum Grind: Membangun Indonesia Melalui Pendidikan

rhr | Jumat , 20 Juli 2018 - 21:50 WIB

Publicapos.com - Daerah pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Grobogan tergolong strategis di Pulau Jawa dan perlu perhatian khusus dari semua unsur.

Wakil Ketua Umum I Dewan Pimpinan Pusat Garda Rajawali Perindo (DPP Grind), Rasid mengaku dapat amanah untuk maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Jateng III di Pemilu 2019. Ia mendapat nomor urut 5.

"Saya siap berjuang bersama masyarakat Jateng 3 dalam pesta demokrasi 2019. Sehingga daerah ini ke depannya menjadi daerah percontohan di Indonesia dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi," ujar Rasid melalui siaran pers, Jumat (20/7).

Pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara ini mengaku tidak masalah ditempatkan di dapil Jateng III yang bukan daerah kelahirannya. Dia menegaskan, siap berjuang bersama rakyat di mana saja dirinya ditempatkan.

"Saya sangat menyukai tantangan-tantangan baru. Sehingga ditempatkan di manapun, siap bekerja dan siap membangun Indonesia menjadi bangsa yang berkualitas baik secara horisontal maupun secara vertikal," tutur Rasid.

Setidaknya adA lima alasan utama yang mendasarinya ingin fokus bidang ekonomi, terlebih pendidikan. Pertama, Partai Perindo memiliki visi-misi menyejaterakan rakyat Indonesia, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan pendidikan seluruh anak bangsa.

"Hal ini sesuai dengan visi misi saya yang bergelut dalam bidang pendidikan. Saya mempunyai gagasan ke depan untuk membangun Indonesia yang sejahtera melalui fungsi-fungsi pendidikan. Karena pendidikan merupakan senjata ampuh untuk memberantas kemiskinan," ungkapnya.

Kedua, ia sudah sejak lama aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ketiga, saat ini dirinya sedang menempuh jenjang doktoral atau strata 3 (S3) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pernah mengikuti kuliah doktoral di Timur Tengah.

"Kalau bukan karena pendidikan dan ilmu pengetahuan, niscaya manusia akan seperti binatang. Dan, dengan pendidikan pula manusia bisa saling menghormati, saling menghargai, toleransi, dan saling tolong menolong," bebernya.

"Alasan keempat, pada hadis Nabi Muhammad SAW yang tertuang jelas, jika ingin kesejahteraan dan kebahagiaan dunia, maka harus berpendidikan dan memiliki ilmu pengetahuan. Kemudian jika ingin kebahagiaan akhirat maka harus berpendidikan juga. Jika menginginkan kebahagiaan kedua-duanya, maka harus memiliki pendidikan dan ilmu pengetahuan," urainya.

Konteks ini menurut Rasid, berhubungan dengan alasan kelima, yakni dengan pendidikan akan tercipta negara-bangsa berkeadaban. Alasan kelima ini juga bisa dirujuk pada Kota Madinah yang berhasil diubah dan dibangun Nabi Muhammad SAW. (rhr)


Harmoni Indonesia 2018, Ini Pesan Ketum Perindo Kepada Atlet Asian Games

Harmoni Indonesia 2018, Ini Pesan Ketum Perindo Kepada Atlet Asian Games

Maju Caleg DPRD Jatim, Ufiq Zuroidah Optimis Isi Kuota 30 Persen Perempuan