Foto : Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas Bersama Para Pengurus Banser

Pilpres Minim Narasi Besar, Persoalan Bangsa Adalah Korupsi dan Radikalisme

rhr | Kamis , 09 Agustus 2018 - 00:05 WIB

Publicapos.com - Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pilpres saat ini hanya memperlihatkan kegaduhan ketimbang melahirkan narasi besar bagaimana mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi yang terjadi belakangan ini.

"Pilpres ini kegaduhannya luar biasa. Ada yang ribut mengusung #GantiPresiden2019, di lain pihak ramai juga #Jokowi2Periode. Tidak substantif. Tidak ada narasi besar yang dibangun dari para calon presiden, calon pemimpin nasional untuk 2019. Saya melihatnya miris," kata Gus Yaqut dalam keterangannya, Senin (6/8/2018).

Bahkan, lanjut Gus Yaqut, peserta rakornas menilai sosok capres atau pemimpin nasional ke depan mesti memiliki karakter yang kuat dalam mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi. Selain itu, masih kata Gus Yaqut, calon presiden mendatang sudah semestinya pemimpin yang mampu melahirkan gagasan besar.

"Persoalan bangsa saat ini sangat besar. Kita dihadapkan pada kasus korupsi yang masif, radikalisme dan terorisme, ancaman terhadap kebinekaan, ekonomi, kemiskinan, dan tenaga kerja. Sebab itu, pemimpin nasional bangsa ini mendatang harus mampu menjawab semua tantangan tersebut," ujarnya.

Gus Yaqut mengatakan GP Ansor menilai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sampai sekarang masih belum mendekati cita-cita para founding fathers. Dia menyoroti upaya negara mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

"Pemimpin nasional harus dapat memetakan masalah berikut solusinya atau mengeksekusi kebijakan tanpa keraguan demi kemaslahatan rakyat, bangsa, dan negara," tegasnya.