Foto : Anak-anak Unte Rudang di Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel. Mereka berharap Presiden turun tangan mengatasi ketiadaan listrik di desa mereka.

Semenjak Indonesia Merdeka Kampung Unte Rudang-Tapsel Masih Gelap Gulita

rhr | Senin , 03 September 2018 - 12:44 WIB

Publicapos.com - Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mempunyai kompleks pemerintahan yang baru. Kantor Bupati, Gedung DPRD beserta kantor-kantor perangkat kerjanya telah berdir kokoh di atas perbukitan yang berada di Sipirok.

Dibangun beberapa tahun kemudian, kompleks kantor pemerintahan daerah yang disebut-sebut termegah di Sumut ini menelan harga ratusan miliar rupiah.

Tetapi, tidak jauh dari kantor para pejabat daerah itu, terlihat keadaan yang begitu memprihatinkan. Megahnya kompleks perkantoran Pemkab Tapsel hendak begitu kontras jika dibandingkan keadaan perkampungan yang berada di sekelilingnya.

Di antaranya Unte Rudang, kampung yang berada di Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur. Semenjak Indonesia merdeka, atau juga semenjak Kabupaten Tapsel dibentuk, warga di Unte Rudang tak pernah menikmati aliran listrik.

Kenyataannya, perkampungan ini berjarak tidak lebih lima kilometer dari kantor pemerintahan Tapsel itu. Bisa ditempuh hanya pada masa 15 menit memakai sepeda motor.

Jangan bayangkan televisi (tv) mode LED atau peralatan elektronik semisalnya di perkampungan ini. Alih-alih tv LED, malam-malam warga kampung Unte Rudang hanya diterangi lampu teplok. Orang di kampung ini menyebut lampu tesebut telong-telong.

Tidak hingga situ, di Unte Rudang, warga pun mesti share WC untuk mandi sekaligus kebutuhan semisalnya. WC yang dimaksud hanya berupa parit yang disekat-sekat oleh lembaran seng. Gunanya memisahkan antara kandang laki-laki dan wanita.


Resmikan Kecamatan Angkola Muaratais, Pj Gubsu Apresiasi Perjuangan Masyarakat

Gubsu Lantik Hj. Sabrina Jadi Sekda Sumut Gantikan Hasban Ritonga

Di Acara Pelatihan Saksi, Nasdem Tapsel Heningkan Cipta Bagi Para Korban Bom di Surabaya