Foto : Istimewa

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Gelar Dirasah Wustha Untuk Kiai Muda

kis | Selasa , 11 September 2018 - 01:52 WIB

Publicapos.com - Bertambahnya kader penggerak dalam tubuh Gerakan Pemuda Ansor sangat diperlukan, untuk menghadapi tantangan bangsa yang sangat komplek. Utamanya dikalangan para Kyai Muda untuk menyelesikan problem-problem keagamaan dan kebangsaan. 
 
“Fenomena gerakan radikalisme dan intoleransi yang melanda bengsa ini menghendaki para kyai muda untuk turun gunung, memberikan pencerahan dan pendampingan kepada masyarakat,” kata KH. Raden Mahfudz Hamid (Gus Mahfudz) Ketua Pimpinan Pusat Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor pada Pembukaan Dirasah Wustho I Kyai Muda Ansor pada Sabtu (8/9) di Pondok Pesantren An-Nur Maron Purworejo.
 
Gus Mahfudz yang juga Pengasuh PP. An-Nur merasa prihatin dengan adanya sikap di masyarakat yang saling menyalahkan, merasa irinya yang paling benar (truth claim) dan yang lain salah, lebih dari itu adalah muncul kelompok radikal yang mengusung idiologi khilafah. “Rijalul Ansor merasa terpanggil untuk menjadi bagian penting mengembangkan paham Islam yang moderat dan toleran”, kata Mahfudz.
 
Gus Mahfudz melanjutkan saya prihatin ada alumni pondok pesantren yang 'alim kitabnya, tetapi tidak begitu tau tentang Indonesia. Padahal mereka ahlussunah wal jamaah, tetapi tidak tawassuth wal i'tidal dan kadang kurang tasaamuh dan terkena penyakit takhkim qobla takhq, yaitu gampang memvonis suatu masalah atau kabar sebelum melakukan tabayyun.
 
Muhammad Hanif (Gus Hanif) Ketua Wilayah Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Jawa Tengah mengatakan kegiatan Dirasah Wustho yang diperuntukkan bagi Kyai Muda Rijalul Ansor (RA) digelar untuk pertama kalinya di Jawa Tengah dan untuk kedua kalinya secara nasional.
 
“Komitmen dan kapasitas kyai muda Ansor perlu terus ditingkatkan untuk menata jamiyah Nahdlatul Ulama khususnya GP Ansor dan juga menjadi pendamping masyarakat”, kata Gus Hanif.
 
Kegiatan Dirasah Wustho diselenggarakan dalam rangkaian Kirab Satu Negeri untuk membangkitkan semangat kebersamaan, memupuk persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa. “Kiai Muda sebagai elemen penting bangsa mempunyai kewajiban untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan kemasyarakatan”, tambah Mahfudz.
 
Kegiatan Dirasah Wustho RA diikuti oleh 78 peserta dan diselenggarakan oleh PP Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bekerjasama dengan PW RA Jateng. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Bupati Purworejo, Kapolres dan Dandim serta para ulama di wilayah Purworejo. Dari unsur Pimpinan Pusat GP Ansor tampak hadir Mujiburrohman (Korwil Ansor Jateng) yang juga calon Dewan Perwakilan daerah untuk Jateng, Ruchman Basori Ketua Bidang Kaderisasi, Aunulloh Ala Habib (Wasekjen), Aam Noto Buwono (Ketua PW Ansor Jawa Timur, Sholahuddin Ali (Ketua PW Ansor Jawa Tengah) dan sejumlah kyai muda lainnya.
 
Pada saat yang sama, juga diselenggarakan Focus Group Discustion (FGD) system kaderisasi Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor untuk mematangkan model kaderisasi yang selama ini diselenggarakan. 


GMB Desak PSI Minta Cabut Unggahan Video Soeharto dan Minta Maaf

Soal Kelompok Anti Pancasila, PBNU: Apakah Kita Ingin Seperti Timur Tengah

Jadi Ancaman Serius Bagi Generasi Muda, Budi Waseso: Mari Perangi Narkoba