Foto : Logo Kemenristekdikti

Kemenristekdikti: Ideal Setiap Daerah Miliki Satu Wahana Pusat Sains

rhr | Rabu , 12 September 2018 - 13:59 WIB

Publicapos.com - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan membangun dua pusat sains baru di Indonesia pada 2018 sebagai wahana pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

"Saat ini di Indonesia baru punya 23 pusat sains dan rencananya pada 2018 kita akan menambah dua lagi yakni di Sumatera Barat dan NTB, selanjutnya 2019 direncanakan di Riau dan Sulawesi Tengah," kata Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Kemenristekdikti, Syachrial Anas, di Bandung, Minggu.

Syachrial mengatakan, ideal setiap kabupaten/kota memiliki satu wahana pusat sains sebagai bagian upaya pengenalan Iptek sejak dini. Menurut dia, pembangunan pusa sains sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah untuk perkembangan Iptek.

"Idealnya memang satu kabupaten/kota itu ada (pusat sains), tetapi karena soal pembiayaan jadi belum semua. Target 25 pusat sains itu ada di setiap provinsi. Sebenarnya dari kami, kalau ada satu daerah berinisiatif memberikan pusat sains, maka kita memberikan satu insentif berupa alat sebagai pemicu," jelasnya.

Misalnya, Kemenristekdikti memberikan 10 hingga 20 alat kepada daerah yang berminat membangun pusat sains dan daerah bisa mengembangkannya.

"Cuma kan pimpinan daerah itu selalu berganti, jadi kemauan politik berbeda lagi. Karena kalau kepala daerah yang sekarang setuju (pembangunan pusat sains) bisa jadi ketika ganti kepala daerah berbeda lagi kebijakannya," sambungnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, konsistensi dukungan dari pimpinan/kepala daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti pembangunan pusat sains.

Lebih lanjut, ia mengatakan daerah sangat berpeluang untuk membesarkan pusat sains yang dimiliki seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dari segi luas bangunannya tidak terlalu besar namun bisa dikunjungi oleh warga hingga satu juta orang per tahunnya.
 


Kemenristekdikti Gelar Lomba Penulisan, Foto dan Vlog Hakteknas Ke-23

Kemenristekdikti: Audit Teknologi Untuk Mendorong Inovasi dan Kemandirian Bangsa

Kemenristekdikti: Pengelolaan Arsip Perguruan Tinggi Sangat Penting dan Strategis