Foto : Guru Bahasa Arab berpose bersama para pemateri Seminar Nasional Seminar Nasional bertemakan Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia, Kamis (2/11).

Kemendikbud dorong Guru MGMP Bahasa Arab Bergabung dengan IMLA

kis | Jumat , 02 November 2018 - 21:48 WIB

Publicapos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong para guru di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab untuk bergabung dengan organisasi pengajar bahasa arab Indonesia yang bernama IMLA (Ittihad Al-Mudarrisin Lil Lughah Al-Arabiyah).

Hal tersebut disampaikan oleh Luizah F, Saidi Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PPPPTK Bahasa Kemendikbud saat mengisi Seminar Nasional bertemakan Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia, Kamis (2/11).

Saidi berharap besar kepada IMLA, agar bisa memberikan pengalaman dan pengembangan kemampuan guru guru bahasa arab di tingkat SLTA. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan jalinan kerja sama dengan jaringan IMLA yang sudah ada di luar negeri. “Misalnya ingin belajar bahasa arab langsung dengan penutur aslinya,” jelasnya.

Kurangnya perhatian pembelajaran bahasa arab di indonesia,kata saidi, itu disebabkan posisi bahasa arab masih menjadi mata pelajaran pilihan, berbeda dengan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang sudah menjadi mata pelajaran wajib dan memiliki kurikulum jelas mulai tingkatdasar hingga jenjang SLTA. “Agar bahasa Arab bisa memiliki posisi ideal dan bisa berkembang, kita harus menempuh jalur politis,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Indriyanto Direktur Seameo Qitep in Language menyampaikan terkait dengan bagaimana kebermaknaan dalam mempelajari bahasa, misalnya orientasi belajar bahasa arab yang tujuannya untuk memahami teks keagamaan. Bambang menyebutkan hal yang semacam ini (kebermaknaan red) adalah meta koginitif dari bahasa.

Alumni New York University US tersebut juga mengenalkan gagasan literasi kompetensi dalam bahasa yang tengah dikembangkan. Dia mengklasifikasikan tingkatan kompetensi literasi menjadi tiga. Pertama mengetahui, namun di sini orang tak perlu tahu tata bahasanya,  tapi tahu maksud umumnya. Kedua, Memahami, tahapan ini seseorang mengerti konsep bahasanya dan paham gramatikalnya. Dan bagian ketiga, Memaknai.

Tak kalah menarik, Andi Hariyanto, Ketua IV IMLA juga menyampaikan terobosan baru untuk mengajarkan bahasa arab kepada siswa di Indonesia dengan khas nusantara. Dia mengajak para guru agar dalam mengajarkan bahasa bisa memasukkan nilai-nilai kenusantaraan, seperti melibatkan setting tempat di Indonesia. “Kita belajar bahasa Arab untuk bisa memperkuat keindonesiaan kita dan menambah kecintaan tanah air,” tandasnya.

Ketua Panitia, Ahmad Makki Hasan, menjelaskan Seminar Nasional ini termasuk dari rangkaian kegiatan Konferensi Nasional I untuk Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia. Adapun tujuan dari kegiatan ini, terannya, untuk mempekuat ukhwah islamiyah dan wathaniyah, membentuk rasa percaya diri dengan bahasa Arab serta meningkatkan kemampuan pengajaran dan pelajar bahasa Arab di Indonesia.


Mahasiswa UIN Padang Jadi Duta Mengajar Bahasa Arab di Malaysia

Olimpiade Nasional Bahasa Arab SMA Sederajat Kembali Digelar

Kemenag Berencana Menggandeng Al Arabiyya Institute Untuk Progam 5000 Doktor