Foto : Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

Mahfud MD: Bikin Perda Hukum Syariah Itu Buang-buang Waktu

rhr | Senin , 19 November 2018 - 11:44 WIB

Publicapos.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai hukum syariah dan sejenisnya merupakan hukum perdata yang tak perlu dirancang menjadi peraturan daerah atau perda syariah. Ia mengatakan, upaya perancangan itu hanya akan sia-sia.  

"Bikin perda hukum perdata itu buang-buang waktu," kata Mahfud belum lama ini.

Pernyataan Mahfud ini tanggapan atas kontroversi penolakan Perda Syariah oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang belakangan berbuntut pelaporan. Ketua Umum PSI Grace Natile dilaporkan oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana.

PPMI melaporkan Grace Natalie atas dugaan penistaan agama. Ini berkaitan dengan pernyataannya yang menyebut bahwa PSI tidak akan pernah mendukung perda yang berlandaskan agama, seperti perda syariah dan perda injil.

Perda, kata Mahfud, memang tak seharusnya memuat peraturan keagamaan yang sangat pribadi, misalnya beribadah. Sebab, di era yang sudah bebas beribadah seperti sekarang, orang tak perlu diatur dalam sembahyang.

"Misalnya orang harus rajin salat, tidak usah diperdakan. Orang harus berpuasa, harus sopan, kan tidak usah diatur itu," katanya.

Mahfud menilai hal itu sama dengan hukum-hukum lain, seperti hukum adat atau agama yang berlaku di Bali. Menurutnya, hukum agama yang diperdakan tak ada gunanya. Selain itu, berpotensi menimbulkan diskriminasi. Namun, Mahfud berseloroh, lain halnya bila perda syariah dibuat untuk kepentingan kampanye.
 


Mantan Bendum Demokrat Terima Remisi Lebaran

Dituduh Selingkuh dengan Ahok, Ketum PSI Grace Natalie Laporkan Akun @Hulk_idn

Resmi Jadi Tersangka, Bupati Purbalingga Tasdi `Nginap di Hotel Prodeo`