Foto : istimewa

Gus Anton: Wawasan Kebangsaan Efektif Diajarkan Di Lingkungan Kampus

kis | Minggu , 03 Februari 2019 - 13:46 WIB

Publicapos.com - Auditorium Oesman Mansur Universitas Islam Malang (2/2) dipadati oleh ratusan dosen dan civitas akademika di lingkungan kampus. Acara yang bertujuan untuk pemperkuat wawasan kebangsaan dan 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika tersebut digelar oleh Fakultas Ekonomi dengan menghadirkan Abdul Qadir Amir Hartono Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur.
 
Munculnya pemahaman yang menyimpang oleh kelompok dan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus akhir-akhir ini ditengarai karena doktrinasi pihak yang tidak utuh dalam mempelajari ideologi Negara yakni Pancasila dan kedaulatan NKRI. Bahkan terkadang, mahasiswa yang kurang membaca, biasa menelan mentah-mentah informasi yang gampang mencuci otak mereka untuk terbawa arus radikalisme dan tak sedikit yang terjerumus terorisme.
 
Sebagai tempat belajar dan mengajar, kampus sangat efektif untuk memperkokoh pondasi pemahaman kebangsaan dan bela negara. Nilai-nilai Pancasila bersinergi dengan proses akademis dalam rangka membentuk karakter mahasiswa. "Jangan sampai di lingkungan kampus justru muncul bibit-bibit pemahaman yang menyimpang dari Pancasila melalui doktrinasi terselubung organisasi terlarang," kata Abdul Qadir Amir Hartono yang juga Alumni Fakultas Ekonomi UNISMA.
 
Dunia pendidikan tinggi berperan mencetak generasi bangsa yang berwawasan kebangsaan yang kuat, komitmen mengamalkan Pancasila dan konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI. Mendorong kegiatan-kegiatan akademis melalui forum ilmiah dan nonakademis yang berkaitan dengan pembangunan Nasional serta penerapan teknologi kekinian untuk memperluas pengabdian masyarakat.
 
"Selain itu, para dosen juga dilihat latar belakang akademik, relasi organisasi dan pemahaman kebangsaannya ketika mengikuti proses rekrutmen sebagai tenaga pengajar di kampus. Sebab, beberapa temuan dari kampus-kampus umum khususnya, berawal dari dosen doktrinasi nilai yang tidak selaras dengan Pancasila," sambung pria yang biasa dipanggil Gus Anton ini.


Rangkaian PIONIR, Kemenag Gelar "PTKIN Bersholawat Bersama Gus Muwafiq"

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Santri Emban Amanah Jaga NKRI

Gus Anton: GBHN Perlu Dikaji untuk Penataan Pembangunan Nasional

Kiai Muda Ansor Turun Gunung Gembleng Kader Ansor Jawa Barat