Foto : Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik (Tribunnews.com)

Ketum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Jokowi Dinilai Panik

Jyg | Selasa , 12 Februari 2019 - 14:48 WIB

Publicapos.com -  Penetapan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma`arif sebagai tersangka dinilai sebagai bentuk kepanikan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo. Hal tersebut diungkapkan Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik.

"Sahabat kita Ketua 212 jadi tersangka. Ini bagian kalau kita perhatikan ini adalah bagian dari kepanikan," ungkap Taufik saat memberikan sambutan sebelum diskusi bertajuk `Jelang Pilpres: Jokowi Blunder dan Panik?`, di kantor Seknas Prabowo-Sandiaga, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Slamet Ma`arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah, terkait dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Dikatakan Taufik, penetapan tersangka terhadap Ma`arif adalah bagian dari kelanjutan sejumlah blunder penguasa saat ini. "Dari panik kemudian muncul blunder. Kalau blunder terus, insya Allah kita menang," ujarnya.

Ia menegaskan, kasus hukum yang terus menerus menjerat pendukung Prabowo-Sandi itu tidak akan mempengaruhi semangat kubu paslon nomor urut 02 itu.

"Silakan tangkap semua orang yang berhubungan dengan Prabowo-Sandi. Tapi mereka tidak akan mampu mengkerangkeng kehendak rakyat untuk memenangkan Prabowo-Sandi," kata dia.

Sebelumnya, Polresta Surakarta meningkatkan status Ketua Umum PA 212 Slamet Ma`arif dari saksi menjadi tersangka.

Slamet Ma`arif menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Kapolresta Surakarta, Kombes Ribut Hari Wibowo mengatakan, penetapan tersangka Slamet Ma`arif tersebut telah melalui tahapan. Penyidik Polresta Surakarta telah melakukan penanganan kasus dugaan pelanggaran kampanye secara profesional.


Berikut Klarifikasi Ma'ruf Amin Soal Peluncuran Mobil Esemka

Hadiri Pelantikan MWC NU, Ufiq Zuroida Beberkan Alasan Nyaleg

Ulama Sulawesi Selatan Dukung Duet Jokowi-Airlangga