Foto :
Kuatkan Persaudaraan, Lathoiful Istiqlal Gelar Silaturrahmi Kebangsaan

Silaturrahmi Kebangsaan, Lima Ribu Jamaah Doa Bersama untuk Negeri

Rob | Sabtu , 23 Februari 2019 - 16:13 WIB

Publicapos.com - Upaya merajut persatuan dan kesatuan di tengah panasnya situasi politik yang mengakibatkan perpecahan, Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta menggelar kegiatan Silaturrahmi Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri, di Hall D1 JIEXPO Kemayoran Jakarta, Sabtu (23/2).

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh 5.000 jamaah yang terdiri berbagai kalangan ini dan dihadiri oleh Panglima TNI, Kapolri serta tokoh-tokoh lintas agama.

Ketua Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta, Meta Nurwidyanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema silaturrahmi kebangsaan dan doa bersama untuk negeri dipilih tidak lepas dari persoalan peliknya pesta demokrasi kali ini yang terasa berbeda dan cenderung mengikis nilai-nilai persaudaraan sesama anak bangsa.

“Doa dan silaturrahmi kebangsaan ini digelar untuk memperkuat semangat persaudaraan dan kebangsaan, dengan mendoakan keutuhan dan keselamatan Negeri,” tuturnya.

Lebih lanjut Meta juga menambahkan, bahwa narasi-narasi hoax bernada hujatan antar satu kubu dengan kubu lainnya telah cukup memberi percikan perpecahan dikalangan masyarakat.

“Kita harus mengenyampingkan segala perbedaan apapun karena kita memang lahir dan disatukan dari perbedaaan suku, ras, agama dan lainnya sehinga menjadi bangsa yang kuat seperti saat ini. Jadi jangan sampai usaha-usaha yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita agar bersatu, kemudian dilemahkan oleh perbedaan pandangan politik sesaat,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta, Hary Djatmiko bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab Lathoiful Istiqlal dalam merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Selain itu, Hary juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang, tetap memperhatikan etika berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi, tidak terpancing untuk saling menyalahkan, menghujat dan mencaci maki kepada mereka yang berbeda pilihan dalam pilpres.

Menurutnya, memanasnya kontestasi politik harus disikapi dengan bijak, jangan sampai kita dimanfaatkan oleh mereka yang tidak mengingikan kita bersatu. “Terlalu kecil ukuran sebuah pesta demokrasi yang sifatnya temporal bila harus mengorbankan nilai-nilai persaudaraan sesama anak bangsa,” tuturnya.

Kegiatan silaturrahmi kebangsaan dan doa bersama untuk Negeri dibuka oleh Ketua Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta Meta Nurwidyanto pada jam 08.00 WIB. Turut hadir dalam memberi pengantar dan doa bersama tokoh-tokoh lintas agama yaitu KH Noer Muhammad Iskandar SQ, Romo Frans Magnis Suesono, Henriette Hutabarat, Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, Siti Hartati Murdaya, Murdaya Widyawimarta Po, MayJend TNI (prn) Wisnu Bawa Tenaya, Arief Harsono dan Matakin.

Selain itu, hadir memberikan sambutan kehormatan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri H.M Tito Karnavian, Hj Yenny Wahid, dan KH. M. Musthofa Aqiel Siraj. Sementara tausiyah kebangsaan diisi oleh Gus Muwafiq dan Maulana Habib Salim bin Jindan. Acara ditutup dengan doa dari Abuya Mama Ghufron Al-Bantani pada jam 13.00 WIB.


Bersandal Jepit, Ajum Datang ke Acara Open House Presiden Jokowi

10 Jenazah Pelaku Teror Bom Bunuh Diri Surabaya Telah Dimakamkan

Kiyai dan Ulama se-Tasikmalaya Deklarasikan Cak Imin Jadi Cawapres