Foto : Gus Anton menerima cendera mata dari Ikatan Mahasiswa dan Alumni Darul ‘Ulum (IMADU) Kota Malang usai menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Santri Emban Amanah Jaga NKRI

kis | Rabu , 03 April 2019 - 20:38 WIB

Publicapos.com - Anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abdul Qadir Amir Hartono yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Timur hadir sebagai Narasumber pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Hotel Pelangi Dua Lowokwaru Kota Malang, Jum’at, 29/03.
 
Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa dan Alumni Darul ‘Ulum (IMADU) Kota Malang tersebut membahas dan menjabarkan tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.
 
“Perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia tidak terlepas dari jasa para Ulama khususnya para Kyai yang ada di Jawa Timur. Pencetus Resolusi Jihad yaitu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari Pendiri Nahdlatul Ulama, merupakan Tokoh Penting pada peristiwa 10 November, pun begitu para Santri yang mengikuti fatwa beliua untuk berjihad dan berjuang di garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI,” jelas Gus Anton.
 
Gambaran tentang kontribusi perjuangan para Ulama dan Santri Pondok Pesantren disampaikan secara gamblang oleh Alumni Universitas Islam Malang tersebut. “Oleh karena itu, menjaga NKRI bagian dari kewajiban dalam menjalankan perintah Agama yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung beliau.
 
Di era milenial sekarang ini, para pemuda dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Kemampuan dalam bidang Agama yang memumpuni ditambah dengan pengetahuan umum di pendidikan tinggi tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan tambahan yakni IT dan jejaring sosial yang luas.
 
“Para Alumni Pondok Pesantren selain berkewajiban menjaga nama baik almamater juga berperan untuk terus menguatkan dan mengembangkan ilmu yang didapatkan di pesantren agar lebih bermanfaat dan maslahat, salah satunya adalah dengan dakwah melalui media sosial, mengantisipasi dan melawan berita hoax serta untuk mengedukasi masyarakat melakukan kontra narasi dari pegiat radikalisme yang banyak menyasar di media sosial,” tutup Gus Anton.


Hikmah Ramadlon, Spirit Keagamaan dan Kebangsaan Ruh Berdirinya Indonesia

Gelar PIONIR IX 2019, Kemenag Perkuat Sistem Pendaftaran Online

Direktur PTKI: Kemenag Optimalkan Kualitas Mahasiswa

Ciptakan Santripreneurship BKHI NU Resmi Dibuka