Foto : istimewa

HMPI Beraksi Atas Pengeroyokan Audrey

kis | Kamis , 11 April 2019 - 21:05 WIB

Publicapos.com - Nasib nahas yang menimpa Audrey banyak menjadi perhatian publik, mulai dari pengacara terkenal, artil, tokoh masyarakat, pemerintah hingga beberapa aktivis pergerakan.
 
Misalnya seperti Fadhly Azharm Kabid Keagamaan DPP Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) di tengah aktivitasnya dalam Advokasi Pendampingan Akreditasi Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren, selasa malam(9/4/19), turut bereaksi keras atas kejadian pengeroyokan Audrey yang dilakukan oleh beberapa anak SMA.
 
Fadhly yang juga aktif di GNKRI (Gerakan Nasionalis Kebangsaan Rakyat Indonesia) mengatakan bahwa, "terjadinya tindakan anarkisme yg inferior di kalangan anak muda disebabkan karena tidak tuntasnya kesadaran pembentukan karakter dalam menciptakan kohesi sosial di kalangan anak SMA sebagai generasi milenial"
 
Fadhly juga menambahkan bahwa satu-satunya lembaga pendidikan yang sukses dalam pembentukan karakter sekaligus juga bersamaan sebagai lembaga sosial-kemasyarakatan adalah Pesantren. Maka, Fadhly menyimpulkan bahwa perlu disegerakan pengesahan UU Pesantren tahun ini sebagai lembaga pendidikan yg distingtif dalam kerangka sistem pendidikan nasional. 
 
Di tempat yang berbeda, Dyah Arum Sari,  Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP HMPI menyatakan bahwa perlu ada penanganan khusus untuk memahami kenapa pelaku memperlakukan korban seperti itu. 
 
Dyah menganalisa bahwa kejadian pengeroyokan antar anak SMU ini merupakan dampak banalitas pergaulan anak muda yg inferior hingga diperkuat oleh arketipe gadget secara di bawah alam sadar.


Ujian Doktor, Sahmin Madina Singgung Relasi Indigenous Knowledge dalam Perilaku Wawasan Lingkungan

HMPI Ajak Pemerintahan Jokowi-JK Sediakan Pulau Khusus Tampung Pengungsi Rohingya

HMPI Audiensi dengan Menkopolhukam