Foto : Para Narasumber Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh Climate Institute di Bakoel Koffie 30 Juli 2019 kemarin.

Akhir-Akhir ini Isu Depresi Energi Dapat Perhatian Media Massa

rhr | Jumat , 02 Agustus 2019 - 12:35 WIB

Publicapos.com - Indonesia diperkiran akan mengalami defisit energi pada 2021 mendatang Jika pihak-pihak terkait tak melakukan usaha apapun. Dalam jangka panjang defisit energi akan mencapai total 3 % dari PDB Indonesia.

Indonesia telah menjadi negara konsumen energi terbesar nomor 4 diantara negara-negara emerging market. Konsumsi energi kita tumbuh 4,9 % pada tahun 2018. Sedangkan pertumbuhan penduduk naik di atas 1 persen. Trend rakyat Indonesia hidup di Kota.  

Saat ini lebih dari setengah populasi dunia tinggal di daerah perkotaan, dan proporsi ini akan tumbuh menjadi sekitar 70 persen pada tahun 2050. Pada tahun 2035, di Indonesia diperkirakan sebanyak 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Terutama  di 12 Kota metropolitan dan 20 kota sedang.

Saat ini kawasan perkotaan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Energi Nasional saat ini, 90 % berasal dari fossil. Peran energi baru terbarukan masih rendah,  7,7 % (2016), padahal target 2025 sebesar 23 %

Intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi terhadap berbagai energi yang menjamin terhadap keberlangsungan kedaulatan dan ketahanan energi di masa depan. Sember-sumber energi terbarukan banyak terdapat di daerah tertinggal, terdepan dan terpencil. Sehingga ada potensi menggerakkan ekonomi di daerah tertinggal.

Kebijakan Energi Nasional (KEN) ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2014 melalui peraturan pemerintah nomor 79 2014
KEN merupakan pedoman untuk memberi arah pengelolaan energi  nasional, guna mewujudkan ketahanan energi untuk pembangunan nasional.

Target bauran energi berdasar PP nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijkan Energi Nasional
1. Tahun 2025 paling sedikit energi baru terbarukan 23 % dan tahun 2050 paling sedikit 31 %.
2. Tahun 2025 peran minyak bumi kurang dari 25 %, pada tahun 2050 menjadi kurang dari 20 %
3. Tahun 2025 peran batubara minimal 30%, pada tahun 2050 menjadi 20 %
4. Pada tahun 2025 peran gas bumi minimal 22 %, pada tahun 2050 minimal 24 %.

Renewable energy atau Energi Terbarukan adalah energy yang disediakan oleh alam yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain : panas bumi, biofuel, aliran air sungai, biomassa, biogas, ombak laut dan suhu kedalaman laut.

Saat ini pemerintah telah mengatur mekanisme pembelian energi listrik oleh PLN yang dihasilkan dari energi terbarukan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 yakni mengenai Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Hasil Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh Climate Institute di Bakoel Koffie 30 Juli 2019 kemarin.


Climate Institute: Perlu mengarusutamakan Isu Lingkungan dalam Kebijakan di Indonesia

Cerita Viral Alif, Bocah yang Hanya Makan Nasi dan Garam Saat Sahur

`Gotong Royong` yang Tak Patut Ditiru