Foto : Megawati mengingatkan media massa untuk tidak menampilkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pemberitaan pilkada serentak 2017

Megawati Ingatkan Media Tidak Tampilkan Isu SARA

mufid | Senin , 10 Oktober 2016 - 10:02 WIB

Publicapos.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati mengingatkan media massa untuk tidak menampilkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pemberitaan pilkada serentak 2017. 
 
"Saya ingin media menggarisbawahi boleh saja media, barang kali seperti pemilihan presiden ada nuansa keberpihakan, tapi jangan sampai, saya ingat sekali seperti waktu itu ada Tabloid Obor, di mana isu SARA sudah sangat berjangkit," ujar Megawati di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin(10/10).
 
Megawati mengatakan terkait Pilkada 2017, media tidak boleh menampilkan isu SARA. Saat ini menurut Megawati, menjelang Pilkada DKI Jakarta, mulai ada gejala menampilkan isu SARA secara terus-menerus. 
 
"Padahal dasar negara kita empat pilar, terutama Pancasila. Pancasila mengajarkan toleransi agama, ras, dan sebagainya. Kalau media ikut-ikutan melakukan seperti demikian (SARA), maka sebuah kemunduran bagi demokrasi Indonesia yang sekarang berjalan dengan baik," ujar Megawati. 
 
Megawati mengulas ketika dirinya menjabat Wakil Presiden RI di awal reformasi, terjadi konflik di daerah timur Indonesia yang diakibatkan isu SARA. 
 
Menurut dia, isu SARA kerap tidak berbobot namun dapat memecah-belah persatuan bangsa.
 
Oleh karena itu, Megawati meminta media massa memberitakan program-program para cagu dan cawagub, khususnya di Pilkada DKI Jakarta.
 
"Maka saya harap media bisa membantu sosialisasi program-program. Yang lain kan belum ada bukti. Bukan saya membela pak Ahok dan Pak Djarot, tapi program-program pak Ahok dan Pak Djarot perlu ditampilkan karena kita perlu bukti," kata Megawati. 
 
Pada hari ini, Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden kelima Megawati Soekarnoputri mengajak sejumlah calon Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk Basuki Tjahaja Urnama (Ahok) berziarah ke makam Bung Karno di Blitar.
 
Pasangan cagub dan cawagub tersebut adalah cagub dan cawagub Ahok-Djarot (DKI Jakarta), Rano-Embay (Banten), Hana Hasanah-Tony Yunus (Gorontalo), Rustam-Irwansyah (Babel), Ali Baal Masdar (Sulbar), dan Dominggus Mandacan (Papua Barat).
 
Kegiatan ziarah kubur atau nyekar ke makam Bung Karno tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi beberapa pengurus DPP PDIP antara lain Hasto Kristiyanto, Achmad Basarah, Eriko Sotarduga, Komarudin Watubun dan beberapa anggota DPR RI. 
 
Menurut Achmad Basarah, tujuan partainya mengajak sejumlah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP melakukan ziarah ke makam Soekarno di Blitar, untuk meresapi semangat perjuangan Proklamator bangsa itu.
 


Climate Institute: Perlu mengarusutamakan Isu Lingkungan dalam Kebijakan di Indonesia

Waspada `Begal Payudara` Kembali Beraksi di Depok, Begini Ciri-cirinya

Buaya Muncul di Kali Grogol, Petugas Pasang Papan Tanda Bahaya

Hari Ulang Tahun Jakarta ke-491: Adil, Maju dan Bahagia