Paham materiaslisme dan pragmatisme sedikit banyak telah menggerus semangat idealisme mahasiswa. Dibutuhkan inovasi dan strategi agar Organisasi Kemahasiswaan tetap eksis di tengah modernisasi.
Indonesia memiliki lembaga pendidikan Islam terbesar di dunia yang berpotensi menjadi pusat peradaban Islam. Islam yang dikembangkan di Indonesia adalah Islam aswaja yang moderat (wasatiyah).
Generasi millenial diharapkan memberikan kontribusi untuk menyelesaikan problem-roblem kebangsaan, utamanya gerakan intoleran dan radikalisme. Oleh sebab itu, mahasiswa baru harus membekali didirnya
Mencintai tanah air Indonesia tidak kalah penting dengan mencintai agama Islam. Bahkan Islam memandu kita untuk mencintai tanah air dan dihitung sebagai kadar keimanan (hubbul wathon minal iman).
Civitas akademika PTKIN utamanya mahasiswa harus memperkuat sinergitas antar berbagai komponen dalam menangkal paham dan gerakan radikal dan intoleran. “Sinergi dari dalam kampus sangat diperlukan k
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pilpres saat ini hanya memperlihatkan kegaduhan ketimbang melahirkan narasi besar bagaimana mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi yang terj
Mahasiswa saat ini harus memantapkan diri sebagai pilar kebangsaan, berkomitmen pada Pancasila dan menjaga NKRI dalam rumah kebhinekaan. Karena bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi permasalah c
Kampus-kampus negeri semakin rawan terkena dampak ajaran intoleransi dan radikalisme dan kelompok-kelompok intoleran semakin mendominasi kajian-kajian di kampus.
Menangani paham dan gerakan radikalisme di dunia pendidikan tidak bisa dengan cara-cara yang lembut (soft) tapi harus tegas. Jangan sampai negara kalah dengan kelompok-kelompok radikalis.
"Standarnya 7 hari kita lakukan evakuasi, plus tadi ya terakhir kita lakukan pantauan kalau sewaktu-waktu muncul kita akan minta bantuan ke pemerintah pemda, sementara pasang papan larangan kalau samp