Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) terus digencarkan oleh
Dalam beberapa hari mendatang, umat muslim Indonesia akan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, dimana masyarakat yang beragama Islam akan menjadikan bulan suci ini sebagai ajang untuk meningkatkan ket
Penegasan kembali ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara begitu penting, khususnya pasca dibubarkannya organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin menggantikan ideologi neg
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kaya akan suber daya alamnya, kaya akan budayanya yang sampai saat ini masih kokoh bersatu dalam bingkai NKRI dengan 4 pilar kebangsaannya. Harus terus dirawat
Rangkaian kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dibingkai dengan kegiatan keagamaan yang bertepatan dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan anak yatim dan juga kaum duafa.
Memasuki sesi terakhir gelaran Festival Nasyid Se Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, yang diikuti oleh majelis taklim dari 12 kecamatan, para peserta fetival mempersembahkan penamp
Kegiatan keagamaan dan kebudayaan di daerah dapat dijadikan sebagai momentum dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, karena ajaran agama dan adat istiadat di Indonesia tidak bertentangan denga
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Rambe Kamarul Zaman (RKZ) menjelaskan bahwa embrio kelahiran Golkar dimulai dengan keputusan presiden tahun 1959 dengan dibentuknya front Nasional.
Anggota DPR RI, Komisi II, Rambe Kamarul Zaman (RKZ) melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dihadiri ibu-ibu berkisar 1000 orang di halaman Masjid Desa Pinarik, Dolok Sigompulon, Padang Lawas U
Budaya lokal memiliki kearifan yang tinggi, terbukti masyarakat yang menganut sistem adat istiadat dapat hidup secara bersamaan, berdampingan dan penuh keharmonisan.